Jakarta – Sebagai wujud untuk terus memajukan industri asuransi syariah dan mendorong pertumbuhan perekonomian syariah nasional, Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) meluncurkan “Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah”.
Ketua Umum AASI, Tatang Nurhidayat, mengatakan bahwa industri asuransi jiwa syariah saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan, terkait dengan literasi, saluran distribusi, kurang beragamnya produk dan layanan hingga perangkat-perangkat penentu seperti kebijakan atau peraturan yang masih perlu diperkuat.
“Tugas atau PR kita semua di industri masih cukup banyak untuk bisa menyelesaikannya. Oleh karenanya, AASI ingin kembali berkontribusi terhadap perkembangan industri perasuransian syariah tanah air dengan meluncurkan ‘Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah’,” ucap Tatang dalam keterangan resmi dikutip 8 Desember 2022.
Lebih lanjut, Tatang menjelaskan bahwa dokumen tersebut merupakan panduan untuk melakukan perencanaan strategis guna memajukan industri asuransi jiwa syariah sebagai salah satu penopang ekonomi bangsa.
Dalam hal ini, “Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah” memiliki tiga pilar fokus penting, diantaranya yang pertama adalah mengkomunikasikan nilai-nilai asuransi jiwa syariah dan membangun kepercayaan.
Lalu, pilar kedua untuk meningkatkan dan mengembangkan cara kerja, serta yang ketiga terus berinovasi dalam pengembangan produk, bisnis, dan distribusi. Dengan mengacu kepada kerangka kerja tersebut, AASI telah menyusun serangkaian inisiatif untuk menjadi solusi end-to-end dan menciptakan ekosistem yang baik dan kondusif.
Kemudian, Presiden Direktur Prudential Syariah, Omar Sjawaldy Anwar, mengapresiasi AASI yang senantiasa mendengar dan memahami para pelaku industri asuransi syariah. Tidak hanya itu, AASI juga memiliki tanggung jawab untuk lebih berkontribusi memenuhi cita-cita Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia.
“Dukungan kepada AASI ini merupakan langkah besar bagi kami dan merefleksikan kolaborasi yang sinergis. Ke depannya, Prudential Syariah siap berdampingan dengan AASI untuk membawa dan menjadikan asuransi syariah sebagai pilihan utama masyarakat Indonesia,” ucap Omar dalam kesempatan yang sama.
Adapun, penyusunan “Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah” juga turut diapresiasi dan didukung penuh oleh Prudential Syariah yang berkomitmen untuk mewujudkan masyarakat Indonesia hidup lebih sejahtera agar mendapatkan yang terbaik dalam kehidupannya, dan memiliki aspirasi untuk menjadi salah satu kontributor ekonomi syariah terkemuka di Indonesia. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Bank Mandiri memprediksi konsumsi masyarakat mulai pulih pada 2026, didorong stimulus pemerintah serta… Read More
Poin Penting OJK memantau hasil audit laporan keuangan 2025 UUS multifinance yang telah memenuhi kriteria… Read More
Poin Penting BRI membagikan dividen interim Rp20,6 triliun atau setara Rp137 per saham untuk Tahun… Read More
Oleh Tim Infobank KASUS yang menjerat Yuddy Renaldi, Direktur Utama (Dirut) Bank BJB di Pengadilan… Read More
Poin Penting OJK terbitkan POJK 33/2025 untuk menyempurnakan kerangka penilaian tingkat kesehatan sektor perasuransian, penjaminan,… Read More
Poin Penting IASC menerima 411.055 laporan scam dengan total kerugian Rp9 triliun dan berhasil menyelamatkan… Read More