Kolaborasi BSI dan ANTM Dorong Pengembangan Layanan Produk Emas

Kolaborasi BSI dan ANTM Dorong Pengembangan Layanan Produk Emas

Poin Penting

  • BSI dan Antam resmi bersinergi melalui MoU untuk mengembangkan layanan produk emas, mendorong terbentuknya ekosistem emas terintegrasi berbasis digital
  • Kolaborasi mencakup end-to-end bisnis emas, mulai dari perdagangan emas fisik Logam Mulia via digital, penguatan distribusi ritel, hingga pemasaran dan edukasi investasi ke masyarakat
  • Kinerja dan potensi bisnis emas terus tumbuh, ditopang dominasi BSI dalam penyerapan emas Antam, lonjakan nasabah bullion, serta tingginya produksi dan penjualan emas Antam 2025.

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) atau BSI dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) pada hari ini (13/4) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait pengembangan layanan produk emas dan kolaborasi bisnis.

Sinergi dua BUMN itu diarahkan untuk mempercepat terbentuknya ekosistem emas terintegrasi sekaligus mendorong masyarakat beralih ke investasi emas yang lebih modern dan digital.

BSI dan Antam sepakat meningkatkan kolaborasi yang mencakup perdagangan emas fisik Logam Mulia (LM) melalui akses digital, penguatan distribusi ritel, hingga sinergi pemasaran, literasi, dan edukasi investasi emas kepada masyarakat.

Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna, menegaskan bahwa, momentum ini menjadi titik akselerasi bisnis emas BSI pasca memperoleh izin sebagai bullion bank dan memberikan kemudahan akses memiliki emas Antam melalui BSI. 

Baca juga: BSI Pastikan Tambahan Likuiditas dari Pemerintah Disalurkan ke Pembiayaan, Bukan SBN

“Bisnis emas BSI tumbuh sangat pesat, baik melalui layanan bullion maupun produk cicil dan gadai emas. Sinergi dengan Antam menjadi fondasi utama karena sebagian besar emas yang kami distribusikan merupakan produksi Antam. Ini bukti nyata penguatan ekosistem BUMN sesuai arahan pemerintah,” ucap Anton dalam keterangan resmi di Jakarta, 13 April 2026.

Sementara Direktur Komersial Antam, Handi Sutanto, menambahkan, kolaborasi ini akan memperkuat rantai pasok emas nasional sekaligus membuka akses investasi emas yang lebih luas, aman, dan terpercaya bagi masyarakat. 

“Sebagai produsen emas logam mulia, Antam berkomitmen untuk memastikan ketersediaan pasokan emas yang berkualitas serta memperkuat distribusi melalui kemitraan strategis,” ujar Handi dalam kesempatan yang sama.

Baca juga: Roadmap Bullion Dirilis: Era Baru Investasi Emas Dimulai!

Penjualan Emas BSI dan Produksi Emas Antam

Sepanjang 2025, BSI telah menyerap lebih dari 60 persen porsi penjualan emas Antam pada kategori pihak berelasi dan jika dibandingkan total keseluruhan kategori penjualan emas ANTM, BSI menyerap sekitar 11 persen.

Hal itu juga sejalan dengan nasabah layanan bullion BSI yang kini mendekati 1 juta dengan pertumbuhan fantastis 658 persen secara tahunan. Sementara nasabah cicil emas mencapai lebih dari 565 ribu nasabah atau tumbuh 54,67 persen year on year (yoy) per Maret 2026.

Sedangkan, Antam sendiri telah mencatatkan produksi emas sekitar 743 kg, dengan volume penjualan mencapai lebih dari 37 ton emas di sepanjang tahun 2025.

Capaian tersebut mencerminkan tingginya permintaan pasar domestik sekaligus peran strategis Antam dalam memenuhi kebutuhan emas nasional. (*)

Editor: Galih Pratama

Related Posts

[popular_posts period="24" limit="5" show_views="false"]

News Update

Netizen +62