Poin Penting
- Produk unitlink mulai kehilangan dominasi, sementara produk asuransi tradisional kembali diminati karena dinilai lebih sederhana dan memberikan kepastian
- Gen Y dan Gen Z menjadi motor perubahan, dengan preferensi pada produk yang mudah dipahami, transparan, dan fleksibel, terutama melalui kanal digital
- Platform seperti FWD Omne memperkuat interaksi nasabah, memungkinkan pembelian, pemantauan, dan pengelolaan polis secara mandiri.
Jakarta – Perubahan perilaku nasabah mulai menggeser peta bisnis industri asuransi jiwa. Produk unitlink yang sempat menjadi primadona kini perlahan kehilangan dominasi, seiring meningkatnya minat terhadap produk tradisional yang dinilai lebih sederhana dan pasti.
Fenomena ini tidak hanya tercermin dari data industri, tetapi juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha. PT FWD Insurance Indonesia mencatat adanya pergeseran preferensi nasabah, terutama dari kalangan generasi muda.
Head of Brand & Communications FWD Insurance, Pradytha Putri, mengungkapkan bahwa perubahan ini sejalan dengan tren yang juga dipublikasikan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).
“Kalau kita lihat, memang ada sedikit shifting dari proporsi produk, di mana berdasarkan data yang dipublikasikan AAJI juga terjadi peningkatan utilisasi produk tradisional. Dan itu juga kami alami di FWD,” ujarnya saat Media Briefing di Jakarta, Senin (13/4).
Baca juga: OJK Beberkan Bukti Industri Asuransi Dukung Program Pemerintah
Menurutnya, pergeseran ini tidak lepas dari karakter generasi muda, khususnya Generasi Y dan Z yang kini mendominasi kanal distribusi digital. Di FWD, penjualan melalui digital commerce menjadi salah satu motor utama, dengan mayoritas pengguna berasal dari dua generasi tersebut.
“Di FWD Insurance sendiri kami memiliki beberapa kanal penjualan, salah satunya digital commerce. Kanal ini memang didominasi oleh Gen Y dan Gen Z,” jelas Dytha.
Generasi muda cenderung mencari produk yang lebih mudah dipahami, transparan, dan fleksibel. Hal ini membuat produk tradisional kembali dilirik, setelah sebelumnya kalah populer dibanding unitlink yang menawarkan kombinasi proteksi dan investasi.
Baca juga: Ikuti Aturan OJK, FWD Insurance Bentuk Dewan Penasihat Medis
Namun di sisi lain, kebutuhan akan akses digital tetap menjadi kunci. Untuk menjawab ekspektasi tersebut, FWD mengandalkan platform digital sebagai pintu masuk utama interaksi dengan nasabah.
Melalui aplikasi FWD Omne, nasabah tidak hanya dapat membeli produk, tetapi juga memantau dan mengelola polis secara mandiri.
“Melalui aplikasi FWD Omne, nasabah maupun calon nasabah bisa mengeksplor polisnya, melakukan tracking, melihat data polis, termasuk bagi yang memiliki unit link bisa mengakses informasi yang lebih lengkap,” kata Dytha. (*) Alfi Salima Puteri





