Poin Penting
- IHSG dibuka melemah 1,23 persen ke level 7.366,55 pada awal perdagangan (13/4), dengan mayoritas saham terkoreksi (338 turun, 144 naik, 199 stagnan)
- Aktivitas perdagangan relatif moderat, dengan nilai transaksi Rp486,27 miliar dari 817,91 juta saham dan frekuensi 100 ribu kali
- Sentimen campuran memengaruhi pasar: tekanan global (gagalnya negosiasi AS–Iran, kenaikan harga minyak) dan outflow asing Rp3,3 triliun.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 7.366,55 dari posisi 7.458,49 atau turun 1,23 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (13/4).
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 817,91 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 100 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp486,27 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 338 saham terkoreksi, sebanyak 144 saham menguat dan sebanyak 199 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Berpeluang Menguat, Cek 4 Saham Rekomendasi Analis
Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi akan bergerak positif di rentang level 7.000-7.150.
“Pada perdagangan kemarin (10/4), IHSG ditutup menguat 2,07 persen atau naik 150 poin ke level 7.458. IHSG hari ini (13/4) diprediksi melemah dalam kisaran 7.350-7.400,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 13 April 2026.
Ia melihat pergerakan IHSG hari ini bakal dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri, yakni IHSG dalam sepekan rebound 6,14 persen yang ditopang oleh saham Blue Chip dan Konglomerasi.
Di mana pada pekan lalu, pasar merespons positif meredanya konflik Timur Tengah dan aksi korporasi emiten, seperti stock split hingga dividen.
Meskipun IHSG terapresiasi, investor asing dalam sepekan masih outflow di seluruh pasar ekuitas senilai Rp3,3 triliun (10/4), yang didominasi sektor perbankan Big Caps.
Baca juga: Resmi! BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Cek Nilai per Sahamnya
Sentimen Global
Adapun dari mancanegara, indeks saham berjangka Amerika Serikat (AS) koreksi (13/4), setelah diskusi pada akhir pekan di Islamabad, Pakistan antara AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan.
Pihak AS dihadiri oleh Wakil Presiden JD Vance menegaskan belum ada kesepakatan yang dibuat dalam pertemuan 21 jam tersebut. Perbedaan terkait program nuklir Iran, pengelolaan Selat Hormuz, hingga tuntutan Iran atas aset yang dibekukan.
Harga Crude oil Brent naik 7,94 persen USD102,76 per barrel (13/4) kembali naik merespons sentimen tersebut.
Di sisi lain, Bursa Asia pasifik melemah terbatas, indeks Nikkei 225 turun 0,65 persen dan KOSPI melemah 0,84 persen secara intraday (13/4). (*)
Editor: Galih Pratama





