Prabowo: Biaya Haji 2026 Turun Rp2 Juta Meski Harga Avtur Naik

Prabowo: Biaya Haji 2026 Turun Rp2 Juta Meski Harga Avtur Naik

Poin Penting

  • Pemerintah memastikan biaya haji 2026 turun Rp2 juta meski harga avtur naik.
  • Kenaikan biaya penerbangan akibat konflik global tidak akan dibebankan kepada calon jemaah.
  • Usulan kenaikan dari maskapai mencapai Rp7,9 juta hingga 480 dolar AS, namun pemerintah tetap berpegang pada instruksi presiden.

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa biaya haji 2026 tetap turun Rp2 juta meskipun harga avtur melonjak akibat situasi global. Pemerintah berkomitmen menjaga keterjangkauan biaya ibadah haji bagi masyarakat, termasuk di tengah kenaikan harga bahan bakar penerbangan.

Dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana, Jakarta, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa penyesuaian biaya haji 2026 tetap berada pada jalur penurunan.

“Kita pastikan bahwa biaya haji 2026, kita turunkan harganya sekitar Rp2 juta, walaupun harga avtur naik,” ujarnya di hadapan sekitar 800 birokrat, dikutip dari Antara, Kamis, 9 April 2026.

Pemerintah dan DPR RI sebelumnya menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026 sebesar Rp87.409.366 per jemaah, lebih rendah Rp2 juta dari ketetapan tahun sebelumnya. Kebijakan ini diambil agar jemaah tidak terbebani kenaikan harga komponen tertentu.

Baca juga: Biaya Haji Berpotensi Melonjak Imbas Tekanan Global, Ini Usulan Maskapai

Kenaikan Harga Avtur Tak Dibebankan kepada Jemaah

Dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah memberi arahan jelas: setiap kenaikan biaya haji tidak boleh dialihkan kepada calon jemaah.

Irfan menjelaskan, sebelum pecahnya perang antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat (AS), rata-rata biaya penerbangan per jemaah berada di kisaran Rp33,5 juta. Namun setelah konflik meletus, harga avtur melonjak dan maskapai mengusulkan penyesuaian biaya.

Jika penerbangan tetap menggunakan rute sebelumnya, biaya rata-rata per jemaah diperkirakan naik menjadi Rp46,9 juta atau 39,85 persen. Sementara jika maskapai harus melakukan re-routing untuk menghindari wilayah konflik, biaya bisa mencapai Rp50,8 juta atau naik 51,48 persen.

Baca juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Siapkan Skenario Keselamatan Jemaah Haji

Usulan Maskapai Naik Tajam

Maskapai Garuda Indonesia mengusulkan tambahan biaya sekitar Rp7,9 juta per jemaah. Sementara maskapai asal Arab Saudi, Saudi Airlines, mengajukan kenaikan sebesar 480 dolar AS per jemaah.

Meski usulan kenaikan cukup signifikan, Irfan menegaskan pemerintah tetap mengutamakan arahan presiden.

“Itu adalah komitmen dari Presiden Prabowo yang sudah dimintakan kepada kami dengan tim untuk bisa menindaklanjuti dan menghitung berapa sebenarnya kebutuhan yang diperlukan,” ujarnya.

Pemerintah kini menyiapkan skema pembiayaan agar subsidi dan efisiensi dapat menutup kenaikan komponen tertentu tanpa menaikkan biaya haji 2026 bagi masyarakat. (*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62