IHSG Kembali Merah, Ditutup Turun 0,26 Persen ke Level 6.971

IHSG Kembali Merah, Ditutup Turun 0,26 Persen ke Level 6.971

Poin Penting

  • IHSG ditutup turun 0,26 persen ke level 6.971,02.
  • Mayoritas sektor melemah, dipimpin sektor industrial (-2,63%).
  • Nilai transaksi mencapai Rp13,48 triliun dengan 407 saham terkoreksi.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa, 7 April 2026, masih bertahan ditutup melemah 0,26 persen ke level 6.971,02 dari posisi sebelumnya 6.989,42.

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat 407 saham terkoreksi, 250 saham menguat, dan 158 saham stagnan.

Sebanyak 27,16 miliar saham diperdagangkan dengan 1,76 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi Rp13,48 triliun.

Baca juga: Bergerak Fluktuatif, IHSG Sesi I Kembali Ditutup Melemah 0,29 Persen

Selanjutnya, seluruh indeks dalam negeri juga ditutup merah, dengan IDX30 turun 1,54 persen jadi 382,14, Sri-Kehati merosot 2,03 persen ke 333,73, LQ45 melemah 0,86 persen ke 701,66, dan JII turun 0,43 persen menjadi 474,42.

Kemudian, mayoritas sektor ikut ditutup melemah, dipimpin sektor industrial yang turun 2,63 persen. Sektor transportasi merosot 1,35 persen, non-siklikal melemah 0,99 persen, dan teknologi turun 0,96 persen.

Selain itu, sektor properti merosot 0,82 persen, siklikal melemah 0,70 persen, kesehatan turun 0,34 persen, dan bahan baku merosot 0,08 persen.

Baca juga: IHSG Rawan Terkoreksi, Analis Rekomendasikan 4 Saham Ini

Sedangkan, sektor lainnya masih mampu menguat, di antaranya sektor infrastruktur naik 0,76 persen, sektor keuangan meningkat 0,64 persen, dan sektor energi menguat 0,20 persen.

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Bank Mega Tbk (MEGA), PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM), dan PT GTS Internasional Tbk (GTSI).

Sedangkan saham top losers adalah PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI), PT MD Entertainment Tbk (FILM), dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). (*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62