BGN Sebut 21.801 Motor untuk SPPG Belum Dibagikan, Ini Alasannya

BGN Sebut 21.801 Motor untuk SPPG Belum Dibagikan, Ini Alasannya

Poin Penting:

  • BGN telah merealisasikan pengadaan 21.801 motor untuk kepala SPPG, namun belum didistribusikan.
  • Seluruh motor masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara sebelum digunakan.
  • Informasi pengadaan hingga 70 ribu unit dipastikan tidak benar dan merupakan hoaks.

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa pengadaan motor untuk mendukung operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah direalisasikan, namun hingga kini belum didistribusikan secara resmi.

Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan sepeda motor berlogo BGN dan memicu spekulasi publik.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pengadaan motor tersebut memang telah dianggarkan pada 2025 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional kepala SPPG, tetapi motor tersebut belum dibagikan,” ujar Dadan dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip Antara, Selasa, 7 April 2026.

Baca juga: 60 Siswa Sakit Diduga akibat MBG, BGN Minta Maaf dan Suspend SPPG Pondok Kelapa

Proses Administrasi jadi Tahapan Wajib

Dadan menuturkan, sebelum motor dapat digunakan oleh para kepala SPPG, seluruh unit kendaraan wajib melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN). Tahapan ini menjadi syarat utama sebelum kendaraan didistribusikan dan dioperasikan.

Ia menambahkan bahwa realisasi pengadaan dilakukan secara bertahap, yang dimulai sejak Desember 2025. Dengan demikian, meskipun unit kendaraan telah tersedia, proses distribusi belum bisa dilakukan hingga seluruh tahapan administratif rampung.

Jumlah 21.801 Unit, Bukan 70 Ribu

Menanggapi informasi yang beredar di media sosial terkait jumlah pengadaan motor mencapai 70 ribu unit, Dadan menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.

“Informasi 70 ribu unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25 ribu unit yang dipesan di tahun 2025,” ucap Dadan.

Baca juga: Pemerintah Resmi Ubah Skema MBG, Siswa Tak Lagi Terima saat Libur Sekolah

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, pengadaan motor merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kelancaran pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.

Imbauan Cermati Informasi di Medsos

BGN juga menyoroti konten yang beredar luas di media sosial (medsos) yang menampilkan motor listrik berlogo lembaga tersebut dalam kondisi terbungkus plastik. Keaslian dan konteks dari konten tersebut belum dapat dipastikan.

Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak dalam menyikapi informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman terkait program pemerintah, termasuk distribusi motor untuk MBG. (*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62