Poin Penting
- Penyaluran Kredit Pembiayaan Perumahan (KPP) Bank BPD Bali tumbuh signifikan, dengan sisi supply mencapai Rp44,40 miliar (71,94 persen target) dan total realisasi Rp78,41 miliar (33,51 persen target)
- Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp550,90 miliar (30,6 persen target), didominasi KUR Kecil dan Mikro, dengan kualitas kredit terjaga sangat baik (NPL 0 persen)
- Bank BPD Bali memperkuat digitalisasi melalui QRIS crossborder, Balipay, dan BI-Fast, sembari mengingatkan pentingnya kewaspadaan nasabah terhadap keamanan data dan transaksi digital.
Jakarta – Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali mencatat pertumbuhan signifikan pada penyaluran Kredit Pembiayaan Perumahan (KPP) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada awal 2026. Hal ini menandai optimisme pasar properti dan UMKM di Pulau Dewata.
Berdasarkan data perseroan, KPP dari sisi supply tumbuh 71,94 persen, terealisasi Rp44,40 miliar dari target Rp62 miliar.
Sementara, KPP dari sisi demand baru mencapai 19,65 persen atau Rp33,80 miliar. Total realisasi KPP mencapai Rp78,41 miliar atau 33,51 persen dari target tahunan.
Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, mengungkapkan, perbedaan antara supply dan demand menunjukkan pengembang tengah menyiapkan stok hunian besar-besaran, seiring proyeksi peningkatan permintaan di pasar properti Bali sepanjang tahun.
Baca juga: Bank BPD Bali Imbau Nasabah Waspada Penipuan Digital Jelang Nyepi dan Lebaran
“Ini dinamika yang sangat menarik. Para pengembang sedang melakukan pembangunan masif untuk menyambut proyeksi lonjakan permintaan di sepanjang tahun ini,” ujar Nyoman, dalam keterangannya, Kamis, 2 April 2026.
KUR Dorong Aktivitas UMKM
Selain properti, sektor UMKM juga menunjukkan tren positif. Penyaluran KUR mencapai Rp550,90 miliar, setara 30,6 persen dari target Rp1,8 triliun. Kontribusi terbesar datang dari KUR Kecil senilai Rp439,04 miliar (29,27 persen) dan KUR Mikro Rp111,68 miliar (37,23 persen), dengan kualitas kredit tetap terjaga di non performing loan (NPL) 0 persen.
Program lain seperti Kredit Usaha Alsintan (KUA) dan KUR SUMI juga mulai menyumbang portofolio bank, masing-masing Rp1,05 miliar dan Rp180 juta, menegaskan fokus BPD Bali dalam mendukung produktivitas sektor riil.
Baca juga: Bank BPD Bali Kucurkan Rp55,16 Miliar untuk Kredit Program Perumaham
Digitalisasi dan Keamanan Transaksi
Bank BPD Bali terus memperluas layanan digital melalui QRIS crossborder, Balipay, dan BI-Fast, seiring meningkatnya kebutuhan transaksi non-tunai di era ekonomi modern. Namun, pertumbuhan digital ini menuntut perhatian serius terhadap keamanan siber.
I Nyoman menekankan pentingnya literasi keamanan bagi nasabah, terutama dalam menjaga PIN, password, dan OTP dari potensi serangan siber.
“Inovasi digital kami sediakan untuk kemudahan, namun kewaspadaan nasabah adalah benteng terakhir yang menjaga keamanan dana tersebut,” tegasnya. (*)
Editor: Galih Pratama










