BTN Kuasai 72 Persen Pangsa Pasar KPR Subsidi, Penyaluran Tembus Rp3,65 T

BTN Kuasai 72 Persen Pangsa Pasar KPR Subsidi, Penyaluran Tembus Rp3,65 T

Poin Penting

  • BTN mendominasi pasar KPR subsidi dengan pangsa 72 persen hingga Maret 2026, jauh di atas bank lain.
  • Penyaluran KPR subsidi BTN mencapai Rp3,65 triliun untuk 21.954 unit rumah per 27 Maret 2026.
  • BTN terus memperkuat peran dalam pembiayaan rumah MBR melalui kolaborasi dengan pemerintah dan pengembang.

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (BTN) bersama anak usahanya, PT Bank Syariah Nasional (BSN), semakin mengukuhkan dominasi di sektor pembiayaan perumahan subsidi.

Hingga akhir Maret 2026, pangsa pasar KPR subsidi BTN dan BSN mencapai sekitar 72 persen dengan total penyaluran 28.811 unit rumah.

Capaian tersebut jauh melampaui bank lain, seperti PT Bank Negara Indonesia (BNI) dengan pangsa pasar 8,28 persen atau 3.311 unit rumah, dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar 6,95 persen atau 2.780 unit rumah.

Berikutnya, PT Bank Mandiri mencatat pangsa pasar 5,36 persen dengan realisasi 2.143 unit rumah. Sementara PT Bank Syariah Indonesia (BSI) berada di posisi terakhir dengan pangsa pasar 2,02 persen atau 808 unit rumah.

Baca juga: BTN Beberkan Tiga Pilar Transformasi Layanan, Apa Saja?

Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar mengatakan, keunggulan perseroan dalam penyaluran KPR FLPP mempertegas posisi BTN sebagai pemain utama dalam pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“BTN terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam pembiayaan perumahan, khususnya bagi MBR. Peningkatan market share ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh,” kata Hirwandi dalam keterangannya, Rabu 1 April 2026.

Baca juga: Transformasi Layanan BTN, dari Bank KPR Menuju Full Banking Services

Sejak 1976, BTN telah membiayai 4.087.046 unit rumah dengan total nilai mencapai Rp262,32 triliun.

Hingga 27 Maret 2026, realisasi penyaluran KPR subsidi BTN mencapai Rp3,65 triliun untuk 21.954 unit rumah. Sepanjang 2025, BTN menyalurkan 132.803 unit rumah dengan nilai Rp22,01 triliun.

Hirwandi menegaskan, BTN akan terus memperluas akses pembiayaan perumahan sekaligus memperkuat fungsi intermediasi guna mendorong kinerja perseroan.

“Kolaborasi dengan pemerintah dan pengembang akan terus diperkuat agar penyaluran KPR subsidi semakin merata dan tepat sasaran,” tegas Hirwandi. (*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62