Poin Penting
- Ekspor Indonesia Januari–Februari 2026 naik 2,19% menjadi USD44,32 miliar, didorong sektor industri pengolahan.
- Ekspor nonmigas tumbuh 2,82% (USD42,35 miliar), sementara migas turun 9,75% (USD1,97 miliar).
- Ekspor ke Tiongkok melonjak 18,24%, sementara kinerja ekspor Februari 2026 naik tipis 1,01% secara tahunan.
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada periode Januari-Februari 2026 mencapai USD44,32 miliar atau naik 2,19 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar USD43,37 miliar.
“Total nilai ekspor sepanjang Januari-Februari 2026 mengalami peningkatan sebesar 2,19 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Andil utama peningkatan nilai ekspor disumbang oleh sektor industri pengolahan sebesar 5,36 persen,” ujar Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam Rilis BPS, Rabu, 1 April 2026.
Secara rinci, nilai ekspor migas pada Januari–Februari 2026 tercatat sebesar USD1,97 miliar, turun 9,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD2,18 miliar.
Sebaliknya, ekspor nonmigas meningkat 2,82 persen menjadi USD42,35 miliar dari sebelumnya USD41,19 miliar.
Baca juga: BPS Ungkap Nilai Ekspor-Impor RI dengan Negara Jalur Selat Hormuz
Ateng menyebut kenaikan ekspor nonmigas terutama didorong sektor industri pengolahan dengan kontribusi 5,36 persen.
“Ekspor sektor industri pengolahan yang naik cukup besar, yaitu minyak kelapa sawit, nikel, kendaraan bermotor roda empat atau lebih, semikonduktor dan komponen elektronik lainnya, serta ekspor kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian,” jelasnya.
Ekspor ke Tiongkok Meningkat Signifikan
Sementara berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok mencapai USD10,46 miliar atau naik 18,24 persen secara tahunan.
“Jika dibandingkan secara kumulatif dengan periode yang sama tahun lalu, pada Januari-Februari 2026 ekspor nonmigas ke Amerika Serikat (AS), India, dan Uni Eropa mengalami peningkatan sementara ke ASEAN mengalami penurunan,” imbuhnya.
Adapun secara tahunan (year on year/yoy), nilai ekspor Indonesia naik 1,01 persen yoy atau USD22,17 miliar pada Februari 2026, dibandingkan tahun lalu pada bulan yang sama sebesar USD21,94 miliar.
Ekspor tersebut terdiri dari ekspor nonmigas turun 4,25 persen menjadi USD1,08 miliar, namun ekspor migas meningkat sebesar 1,30 persen atau USD21,09 miiar.
Baca juga: Ekspor RI Januari 2026 Naik 3,39 Persen Jadi USD22,16 Miliar
Ateng menjelaskan, peningkatan nilai ekspor pada Februari 2026 secara tahunan, utamanya didorong oleh peningkatan nilai ekspor nonmigas, yaitu komoditas lemak dan minyak hewan/nabati yang naik 16,19 persen, dengan andil 2,17 persen.
Selain itu, komoditas nikel dan turunannya meningkat 74,84 persen dengan andil 1,84 persen, serta mesin dan perlengkapan elektronik naik 28,43 persen dengan andil 1,21 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra










