IHSG Hari Ini Berpotensi Rebound di Rentang 7.100-7.200

IHSG Hari Ini Berpotensi Rebound di Rentang 7.100-7.200

Poin Penting

  • Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini (1/4) bergerak rebound di rentang 7.100-7.200, terdorong sentimen positif dari ekspektasi de-eskalasi di Timur Tengah
  • Sentimen domestik yang mendukung pasar di antaranya pemerintah memastikan harga BBM tidak naik, memberlakukan WFH Jumat untuk ASN, hingga percepatan B50.
  • Data indeks manufacturing PMI Maret dinantikan investor. PMI diperkirakan 51,2, neraca perdagangan Februari surplus USD1,2 miliar, dan inflasi Maret diproyeksikan 0,3 persen mom.

Jakarta – Phintraco Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini (1/4) berpotensi mengalami rebound secara teknikal di rentang 7.100-7.200.

“IHSG diperkirakan menguat terdorong sentimen positif dari ekspektasi de-eskalasi di Timur Tengah. Level resistance yang mungkin diuji berada di 7.100-7.200,” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 1 April 2026.

Pada perdagangan Selasa (31/3), IHSG ditutup melemah ke level 7.048,22 atau turun 0,61 persen. Sektor transportasi mencatatkan koreksi terbesar 4,6 persen, sementara sektor non-siklikal menjadi penguat tertinggi 1,48 persen.

Baca juga: RUPST Bank Mega Sepakat Tebar Dividen Rp2 Triliun dan Saham Bonus Rp5,87 Triliun

IHSG sempat menguat di awal sesi, namun kembali terkoreksi seiring realisasi keuntungan jangka pendek di tengah ketidakpastian pasar.

Sentimen domestik juga mendorong pergerakan pasar. Menteri Sekretaris Negara memastikan Pertamina tidak menaikkan harga BBM subsidi maupun non-subsidi, membantah prediksi kenaikan harga yang beredar sebelumnya.

Selain itu, pemerintah resmi memberlakukan Work From Home (WFH) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap Jumat, mulai 1 April 2026, dengan evaluasi dua bulan ke depan.

Upaya kemandirian energi juga diperkuat melalui percepatan implementasi B50, sementara efisiensi anggaran kementerian/lembaga ditargetkan mencapai Rp121–130 triliun.

Baca juga: BSA Logistics Indonesia Mau IPO, Tawarkan Harga Rp150-Rp170 per Saham

Investor hari ini juga menantikan sejumlah data ekonomi domestik. Indeks Manufacturing PMI Maret diperkirakan melambat ke 51,2 dari 53,8, kemungkinan terdampak hari libur keagamaan.

Neraca perdagangan Februari diproyeksikan surplus USD1,2 miliar, naik dari USD0,9 miliar di Januari. Sementara inflasi Maret diperkirakan 0,3 persen month to month (mom) dan 4,9 persen year on year (yoy), lebih rendah dari 0,68 persen mom dan 4,76 persen yoy di Februari. (*)

Editor: Galih Pratama

Related Posts

News Update

Netizen +62