Penyaluran MBG Dipangkas, Potensi Hemat Bisa Tembus Rp20 Triliun

Penyaluran MBG Dipangkas, Potensi Hemat Bisa Tembus Rp20 Triliun

Poin Penting

  • Pemerintah mengurangi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 6 hari menjadi 5 hari per minggu sebagai langkah efisiensi anggaran.
  • Kebijakan ini berpotensi menghemat anggaran hingga Rp20 triliun, bahkan usulan awal efisiensi bisa mencapai Rp40 triliun per tahun.
  • Penyesuaian tidak berlaku untuk wilayah khusus seperti daerah 3T, asrama, dan daerah dengan tingkat stunting tinggi.

Jakarta – Pemerintah akan melakukan optimalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah efisiensi anggaran dalam menghadapi dinamika konflik di Timur Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, program MBG akan dilaksanakan selama lima hari dalam seminggu dari sebelumnya enam hari.

“Pemerintah mendorong optimalisasi dari pada program MBG. Program ini diarahkan untuk penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu,” ujar Airlangga dalam Konferensi Pers, Selasa, 31 Maret 2026.

Baca juga: Kepala BGN Beberkan 93 Persen Anggaran Rp268 T ke MBG, Ini Rinciannya

Meski demikian, Airlangga menyatakan penyesuaian tersebut dikecualikan bagi wilayah dengan kondisi tertentu seperti asrama, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah dengan tingkat stunting yang masih tinggi.

Hemat hingga Rp20 Triliun

Melalui optimalisasi tersebut, pemerintah memperkirakan potensi penghematan anggaran MBG mencapai Rp20 triliun.

“Potensi penghematan dari kegiatan ini mencapai Rp20 triliun,” ungkap Airlangga.

Airlangga menyebut, kebijakan ini menjadi bagian dari langkah transformasi struktural yang tengah dijalankan pemerintah. Transformasi tersebut ditujukan untuk membangun ekonomi yang lebih efisien, produktif, dan memiliki daya tahan dalam menghadapi berbagai tekanan global.

“Pemerintah mengajak seluruh masyarakat dan dunia usaha untuk tetap produktif, berpartisipasi aktif, dan mendukung efisiensi dan transformasi budaya kerja ini,” pungkasnnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Badan Gizi Nasional (BGN) mengusulkan efisiensi program MBG sebesar Rp40 triliun. Potensi penghematan tersebut dilakukan dengan cara mengurangi frekuensi penyaluran MBG.

“Tapi bukan saya motong ya, emang dia melakukan sendiri karena dia bilang masih bisa ada efisiensi dengan keadaan yang seperti sekarang ini. Jadi jangan dibilang MBG tutup mata, nggak, dia juga melakukan efisiensi,” ujar Purbaya dalam Media Briefing, Rabu 25 Maret 2026.

Baca juga: Purbaya Sebut BGN Usul Efisiensi MBG, Bisa Hemat Rp40 Triliun Setahun

Lebih lanjut, ia menjelaskan skema efisiensi dilakukan dengan mengurangi satu hari penyaluran MBG dalam sepekan, yakni pada Sabtu. Saat ini, program MBG berjalan enam hari, dari Senin hingga Sabtu.

Dengan penyesuaian tersebut, penyaluran hanya akan berlangsung lima hari, yakni Senin hingga Jumat. Skema ini diperkirakan mampu menghasilkan penghematan hingga Rp40 triliun dalam satu tahun.

Namun, Purbaya tidak bisa merinci wacana tersebut, ia menyatakan pengumuman selanjutnya akan dilakukan oleh Ketua BGN. (*)

Editor: Galih Pratama

Related Posts

News Update

Netizen +62