Poin Penting
- Kadin mendorong Indonesia keluar dari middle income trap melalui penguatan investasi dan inovasi, khususnya lewat kemitraan dengan Jepang.
- Dunia usaha diminta adaptif menghadapi ketidakpastian global, sekaligus aktif mencari peluang kolaborasi lintas negara.
- Sejumlah MoU strategis RI–Jepang diteken, mencakup sektor energi, industri, teknologi, hingga keuangan dengan nilai perdagangan mencapai USD 23,6 miliar.
Jakarta – Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mendorong Indonesia untuk segera keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) melalui penguatan investasi dan inovasi.
Hal tersebut disampaikan dalam Indonesia-Japan Strategic Partnership Forum yang digelar di The Imperial Hotel Tokyo, Senin (30/3).
“Indonesia harus keluar dari middle income trap. Salah satu caranya ialah dengan investasi dan inovasi supaya pertumbuhan bisa lebih daripada sebelumnya,” ujar Anindya.
Anindya juga menyoroti pentingnya ketahanan dunia usaha dalam menghadapi dinamika global, termasuk dampak konflik geopolitik yang memengaruhi stabilitas ekonomi dunia.
Baca juga: Bos Kadin Ungkap Kesiapan RI Hadapi Investigasi USTR
Menurut dia, pelaku usaha perlu memiliki kemampuan adaptasi yang kuat di tengah ketidakpastian tersebut, sekaligus tetap mencari peluang kolaborasi lintas negara.
“Kita harus sensitif terhadap situasi global saat ini, termasuk dampak konflik. Namun, kami yakin masih ada jalan untuk berkembang, dan ini bisa menjadi ruang kerja sama kedua negara,” katanya.
Arah Kemitraan Indonesia–Jepang
Sementara itu, Ketua Komite Bilateral Jepang Kadin Indonesia, Muhammad Lutfi, menilai hubungan Indonesia dan Jepang perlu terus diarahkan pada penguatan investasi yang lebih konkret.
Menurut dia, kemitraan kedua negara harus berorientasi pada value co-creation melalui kolaborasi di berbagai sektor strategis.
“Kemitraan Indonesia–Jepang ke depan harus mendorong investasi yang menghasilkan kolaborasi nyata di sektor industri, energi, dan rantai pasok global,” ujar Lutfi.
Sejumlah MoU Strategis Ditandatangani
Dalam forum tersebut, sejumlah nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) strategis diumumkan di hadapan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Baca juga: Kadin Ingatkan Dampak Konflik Timur Tengah, Dunia Usaha Diminta Perkuat Ekonomi Nasional
Kerja sama mencakup berbagai sektor, mulai dari energi, industri, teknologi, hingga keuangan. Total nilai perdagangan Indonesia–Jepang saat ini tercatat sekitar 23,6 miliar dollar AS.
Beberapa kerja sama utama yang diumumkan antara lain:
- Kolaborasi Japan Chamber of Commerce and Industry dengan Kadin Indonesia di bidang perdagangan dan investasi
- Kerja sama INPEX dengan PT Pertamina (Persero) dalam pengembangan Blok Masela
- Pengembangan ekosistem semikonduktor oleh Hayashi Kinzoku dan PT Eblo Teknologi Indonesia
- Proyek panas bumi Rajabasa antara INPEX dan PT Supreme Energy Rajabasa
- Kolaborasi PT Bank SMBC Indonesia dengan PT Pegadaian untuk mendukung ekosistem emas nasional
- Kerja sama Japan External Trade Organization (JETRO) dengan Danantara Investment Management
- Proyek energi bersih antara Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Pemerintah Indonesia (*)
Editor: Yulian Saputra










