Kredit UMKM Masih Tertekan, Turun 0,6 Persen pada Februari 2026

Kredit UMKM Masih Tertekan, Turun 0,6 Persen pada Februari 2026

Poin Penting

  • Kredit UMKM pada Februari 2026 terkontraksi 0,6% yoy menjadi Rp1.484,9 triliun, melanjutkan tren penurunan sejak Januari.
  • Penurunan terutama terjadi pada kredit skala kecil (-1,5%) dan menengah (-0,4%), sementara mikro hanya tumbuh tipis 0,004%.
  • Kontraksi dipicu penurunan Kredit Modal Kerja (-4,9%), meski kredit investasi masih tumbuh 9,6%.

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada Februari 2026 terkontraksi 0,6 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp1.484,9 triliun. Penurunan ini melanjutkan kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 0,5 persen.

Berdasarkan Analis Perkembangan Uang Beredar yang diterbitkan BI, kondisi tersebut dipengaruhi oleh kinerja kredit UMKM skala kecil dan menengah yang masih tertekan, meski kredit skala mikro tetap tumbuh.

Secara rinci, kredit UMKM pada skala mikro mengalami pertumbuhan tipis sebesar 0,004 persen yoy menjadi Rp659,5 triliun, menurun dibanding bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 0,1 persen.

Baca juga: OJK Proyeksi Kredit UMKM 2026 Tumbuh 7-9 Persen, Ini Pendorongnya

Sementara itu, kredit UMKM skala kecil mengalami kontraksi 1,5 persen menjadi Rp492,5 triliun, setelah pada bulan sebelumnya atau Januari 2026 terkontraksi 1 persen.

Sementara itu, kredit UMKM skala menengah juga terkontraksi sebesar 0,4 persen menjadi Rp332,9 triliun. Dimana pada Januari 2026 juga mengalami pertumbuhan negatif 1,1 persen.

Berdasarkan jenis penggunaan, kontraksi kredit UMKM pada Februari 2026 terutama bersumber dari kontraksi yang lebih dalam pada Kredit Modal Kerja (KMK) yang menurun sebesar 4,9 persen yoy menjadi Rp992,8 triliun.

Baca juga: BI dan CPI Hadirkan Panduan Bisnis Berkelanjutan bagi UMKM

Di sisi lain, kredit investasi masih menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 9,6 persen menjadi Rp492,1 triliun. Ini melanjutkan pertumbuhan pada Januari 2026 yang sebesar 9,5 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62