Poin Penting
- Rupiah dibuka menguat tipis 0,06 persen ke level Rp16.924 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.002
- Sentimen positif datang dari pernyataan dovish pejabat The Fed yang mendorong potensi penguatan rupiah
- Penguatan diperkirakan terbatas, dengan pergerakan di kisaran Rp16.950–Rp17.050 per dolar AS akibat tekanan sentimen global dan kenaikan harga minyak.
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Selasa (31/3/2026). Rupiah dibuka pada level Rp16.924 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat tipis 0,06 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp17.002 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS seiring pernyataan dovish dari Ketua The Fed Jerome Powell dan Gubernur The Fed John Williams.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS menyusul pernyataan dovish dari kepala The Fed Powell dan pejabat The Fed Williams,” kata Lukman, Selasa, 31 Maret 2026.
Baca juga: Jaga Rupiah, BI Tambah Jurus Baru Gunakan SVBI dan SUVBI untuk Repo Valas
Meski demikian, penguatan rupiah diperkirakan akan terbatas. Hal itu meningat sentimen pasar global masih cenderung negatif serta kenaikan harga minyak dunia akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak pada terganggunya pasokan.
“Namun penguatan diperkirakan akan terbatas mengingat sentimen pasar umumnya masih negatif dan harga minyak yang masih naik oleh eskalasi di Timur Tengah,” imbuhnya.
Baca juga: World Gold Council: Pelemahan Dolar AS Berpotensi Dongkrak Harga Emas
Lukman memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.950 hingga Rp17.050 per dolar AS hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp16.950 hingga Rp17.050 per dolar AS hari ini,” ujar Lukman. (*)
Editor: Galih Pratama










