Poin Penting
- IHSG ditutup anjlok 1,89 persen ke level 7.164,09 dari 7.302,12, dengan mayoritas saham terkoreksi (380 saham turun vs 292 naik)
- Aktivitas perdagangan tinggi: total 31,14 miliar saham ditransaksikan dalam 1,72 juta kali frekuensi, dengan nilai mencapai Rp32,34 triliun.
- Tekanan merata di sektor: hampir semua sektor turun, dipimpin energi (-2,91 persen) dan industrial (-2,79 persen), sementara sektor transportasi jadi pengecualian dengan kenaikan 2,96 persen.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari ini, 26 Maret 2026 ditutup dengan melanjutkan pelemahannya ke posisi 7.164,09 atau anjlok 1,89 persen dari level 7.302,12.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 380 saham terkoreksi, 292 saham menguat, dan 148 saham tetap tidak berubah.
Sebanyak 31,14 miliar saham diperdagangkan dengan 1,72 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp32,34 triliun.
Baca juga: BSA Logistics Indonesia Mau IPO, Tawarkan Harga Rp150-Rp170 per Saham
Selanjutnya, seluruh indeks dalam negeri juga ditutup melemah, dengan IDX30 -2,06 persen jadi 398,46, Sri-Kehati -1,91 persen ke 352,62, LQ45 -1,97 persen ke 731,73, dan JII -2,71 persen menjadi 478,10.
Kemudian, hampir seluruh sektor turut ditutup melemah. Rinciannya, sektor energi -2,91 persen, sektor industrial -2,79 persen, sektor siklikal -2,30 persen, sektor bahan baku -2,27 persen, dan sektor infrastruktur -1,63 persen.
Lalu, sektor teknologi -1,20 persen, sektor kesehatan -0,76 persen, sektor keuangan -0,64 persen, sektor properti -0,54 persen, dan sektor non-siklikal -0,18 persen.
Sedangkan, hanya sektor transportasi yang mengalami penguatan 2,96 persen, yang ditopang dengan harga saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) yang melesat 15,07 persen.
Baca juga: Cara Memilih Saham untuk Trading Harian bagi Pemula
Saham Top Gainers dan Losers
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Murni Sadar Tbk (MTMH), PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), dan PT Bank Mega Tbk (MEGA).
Sedangkan saham top losers adalah PT MD Entertainment Tbk (FILM), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), dan PT Bank Permata Tbk (BNLI).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). (*)
Editor: Galih Pratama










