Poin Penting
- Maybank Indonesia memperkuat pembiayaan SME dengan strategi Shariah First, menjadikan segmen syariah sebagai tulang punggung layanan pada 2026.
- Pembiayaan SME Syariah menunjukkan tren positif, dengan porsi naik dari 14 persen (2020) menjadi 32 persen (2025) dan tumbuh 11,76 persen yoy; total outstanding SME mencapai Rp22,32 triliun.
- Bank mengandalkan produk unggulan IMBT serta sinergi “One Maybank” dan program super combo untuk menghadirkan solusi finansial terintegrasi.
Jakarta – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) terus memperkuat pengembangan pembiayaan Small and Medium Enterprise (SME). Ini sejalan dengan upaya perseroan dalam mendukung pertumbuhan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM/SME) di Indonesia.
Sesuai dengan strategi Shariah First yang secara konsisten telah diimplementasikan oleh Maybank Indonesia sejak 2014, pada tahun 2026 Bank juga akan tetap mengandalkan segmen syariah sebagai tulang punggung untuk melayani kebutuhan keuangan nasabah SME.
Produk-produk syariah memiliki banyak keunggulan yang tidak dimiliki produk-produk non-syariah, di samping itu produk-produk syariah selalu mengedepankan fairness.
Baca juga: Maybank Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp1,66 Triliun pada 2025, Naik 48,5 Persen
Direktur Community Financial Services Maybank Indonesia Bianto Surodjo mengatakan dengan dukungan kekuatan jaringan di tingkat regional dari Maybank Group dan Maybank Islamic, Maybank Indonesia optimistis dapat memberikan layanan perbankan syariah yang kompetitif dan andal sesuai dengan kebutuhan industri keuangan Syariah di Tanah Air.
“Fokus untuk memperkuat pembiayaan syariah juga kami lakukan dengan mempertimbangkan besarnya potensi pasar industri keuangan syariah di Indonesia,” ujarnya dikutip 24 Maret 2026.
Maybank Indonesia mengandalkan produk pembiayaan leasing syariah (Ijarah Muntahiyah Bittamlik/IMBT) yang menjadi salah satu signature product perseroan untuk melayani kebutuhan nasabah SME akan pembiayaan syariah.
Outstanding Pembiayaan SME
Secara keseluruhan, outstanding pembiayaan SME Maybank Indonesia pada 2025 mencapai Rp22,32 triliun. Dari total pembiayaan tersebut, porsi pembiayaan SME Syariah terus meningkat, dari 14 persen pada 2020 menjadi 32 persen pada 2025. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pembiayaan SME Syariah pada 2025 tumbuh 11,76 persen.
Maybank Indonesia juga akan terus memacu bisnis SME melalui penguatan sinergi antar entitas di dalam Grup Maybank sejalan dengan strategi One Maybank.
Melalui program super combo tersebut, nasabah SME akan mendapatkan solusi finansial secara terintegrasi dari ekosistem Maybank Indonesia, mulai dari pembiayaan KPR, Auto Loan, Payroll, Bancassurance, hingga Kartu Kredit.
“Pada tahun ini, kami juga akan mengoptimalkan jaringan cabang sebagai channel utama dalam pengembangan bisnis SME dan terus meningkatkan fokus layanan pada nasabah eksisting,” tambahnya.
Baca juga: UUS Maybank Gelar ‘Maybank Syariah Salam Festival’, Salurkan Bantuan Rp1,98 Miliar
Bianto menjelaskan target meningkatkan partisipasi Maybank Indonesia untuk mengembangkan SME melalui kredit SME pada tahun 2026 akan dilakukan dengan tetap menjaga kualitas portofolio yang kuat.
Maybank Indonesia juga membangun basis solusi transaksional melalui produk-produk dan layanan-layanan rekening tabungan dan giro yang berkelanjutan melalui penguatan komunitas bisnis berbasis ekonomi syariah dan terus meningkatkan komposisi dana murah untuk mendorong pertumbuhan laba.
Per Desember 2025, CASA segmen SME Maybank Indonesia tumbuh 23,5 persen secara year-on-year menjadi Rp17,61 triliun. (*)










