Poin Penting
- PGE memastikan operasional pembangkit panas bumi tetap optimal selama periode mudik Idul Fitri 1447 H.
- PGE mengelola 727 MW kapasitas panas bumi atau sekitar 70% dari total nasional.
- Panas bumi menjadi solusi stabil dan berkelanjutan untuk menjaga pasokan listrik sekaligus menuju ekonomi rendah karbon.
Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memastikan keandalan operasional pembangkit listrik berbasis panas bumi di seluruh area operasi jelang periode libur dan mudik Idul Fitri 1447 H.
Langkah ini dilakukan untuk mendukung keandalan sistem kelistrikan nasional selama periode peningkatan kebutuhan energi dan mobilitas masyarakat.
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Ahmad Yani mengungkapkan, melalui pemanfaatan energi panas bumi, PGE terus berkontribusi menjaga stabilitas pasokan listrik sekaligus mendukung penyediaan energi bersih bagi masyarakat.
“PGE berkomitmen memastikan pasokan listrik berbasis panas bumi tetap terjaga secara optimal, sehingga masyarakat dapat merayakan hari raya dengan tenang dan penuh kehangatan.” ujarnya, dikutip Jumat, 20 Maret 2026.
Baca juga: PGE Tunjuk Ahmad Yani sebagai Direktur Utama, Ini Rekam Jejaknya
Sehubungan dengan hal tersebut, PGE terus memperkuat perannya dalam menyediakan energi bersih yang andal bagi masyarakat melalui pemanfaatan panas bumi.
Saat ini, PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang mencapai 727 megawatt (MW), serta menguasai sekitar 70 persen dari total kapasitas panas bumi nasional.
Kontribusi tersebut tecermin dari peran berbagai pembangkit panas bumi yang dioperasikan PGE di sejumlah wilayah. PLTP Area Kamojang memasok listrik ke lebih dari 260.000 rumah tangga setiap hari.
Sementara itu, PLTP Area Lahendong menyuplai lebih dari 30 persen kebutuhan listrik di Sulawesi Utara dan Gorontalo, serta PLTP Area Ulubelu menopang sekitar 20 persen kebutuhan listrik di Lampung.
Keandalan PLTP PGE juga dibuktikan dengan tingkat ketersediaan pembangkit (availability factor) mencapai 98,93 persen serta tingkat outage yang sangat rendah, yakni 0,41 persen.
Energi Panas Bumi Dukung Transisi Energi Bersih
Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Andi Joko Nugroho mengatakan bahwa panas bumi memiliki keandalan tinggi karena tidak bergantung pada kondisi cuaca, cahaya, maupun bahan bakar fosil.
Karakteristik ini menjadikannya solusi strategis untuk menjaga stabilitas pasokan listrik sekaligus mendukung pengembangan energi bersih secara berkelanjutan.
Baca juga: Tugu Insurance Berikan Perlindungan Asuransi untuk 5.000 Peserta Mudik Bareng Pertamina
Ia menambahkan, PGE siap mendukung upaya transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon, terutama pada periode dengan kebutuhan listrik tinggi seperti mudik Idul Fitri.
“Melalui pendekatan ini, energi bersih terus mendukung keandalan sistem kelistrikan nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan,” ujarnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan panas bumi secara berkelanjutan serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh operasional perusahaan.
Langkah ini juga sejalan dengan target peningkatan kapasitas energi baru terbarukan (EBT) hingga 76 persen pada periode 2025–2034 sebagaimana tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).
Melalui berbagai upaya ini, PGE berupaya memastikan pemanfaatan energi panas bumi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia. (*)
Editor: Yulian Saputra










