Poin Penting
- PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan bisnis pada 2026 melalui strategi Shariah First.
- Porsi pembiayaan SME syariah meningkat dari 14% pada 2020 menjadi 32% pada 2025, dengan outstanding pembiayaan SME mencapai Rp22,32 triliun.
- Bank juga mendorong sinergi grup dan pertumbuhan CASA SME yang naik 23,5% menjadi Rp17,61 triliun untuk mendukung ekspansi pembiayaan.
Jakarta – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) terus memperkuat pengembangan pembiayaan segmen small and medium enterprise (SME) sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah di Indonesia.
Bank menegaskan akan tetap mengandalkan segmen syariah sebagai pilar utama pengembangan bisnis SME pada 2026, sejalan dengan implementasi strategi Shariah First yang telah dijalankan sejak 2014.
Direktur Community Financial Services Maybank Indonesia, Bianto Surodjo, mengatakan penguatan pembiayaan syariah dilakukan dengan mempertimbangkan potensi besar industri keuangan syariah domestik.
“Dengan dukungan jaringan regional dari Maybank Group dan Maybank Islamic, kami optimistis dapat menghadirkan layanan perbankan syariah yang kompetitif dan sesuai kebutuhan nasabah SME,” ujarnya, Selasa, 17 Maret 2026.
Porsi Pembiayaan Syariah Terus Meningkat
Berdasarkan data perseroan, Maybank Indonesia mencatat outstanding pembiayaan SME mencapai Rp22,32 triliun pada 2025. Dari jumlah tersebut, porsi pembiayaan berbasis syariah terus meningkat signifikan.
Baca juga: Maybank Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp1,66 Triliun pada 2025, Naik 48,5 Persen
Kontribusi pembiayaan SME syariah naik dari 14% pada 2020 menjadi 32% pada 2025. Secara tahunan, pembiayaan SME syariah juga tumbuh 11,76% dibandingkan tahun sebelumnya.
Salah satu produk andalan yang didorong adalah skema pembiayaan leasing syariah Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT), yang dinilai sesuai dengan kebutuhan pembiayaan aset bagi pelaku usaha.
Dorong Sinergi dan Solusi Terintegrasi
Ke depan, Maybank Indonesia akan memperkuat bisnis SME melalui sinergi antar entitas dalam grup sejalan dengan strategi One Maybank.
Baca juga: Maybank Indonesia Buka Rencana 2026, Targetkan Kredit Tumbuh hingga 10 Persen
Melalui pendekatan ini, nasabah SME dapat mengakses solusi keuangan terintegrasi, mulai dari pembiayaan KPR, kredit kendaraan, layanan payroll, bancassurance, hingga kartu kredit.
“Bank juga akan mengoptimalkan jaringan kantor cabang sebagai kanal utama pengembangan bisnis, dengan fokus pada peningkatan layanan bagi nasabah eksisting,” tambahnya.
Perkuat Dana Murah dan Kualitas Aset
Dari sisi pendanaan, Maybank Indonesia terus mendorong pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA) untuk menopang ekspansi kredit.
Per Desember 2025, CASA segmen SME tercatat tumbuh 23,5% secara tahunan menjadi Rp17,61 triliun.
Manajemen menegaskan ekspansi pembiayaan SME pada 2026 tetap akan diimbangi dengan pengelolaan kualitas portofolio yang prudent, guna menjaga stabilitas kinerja di tengah dinamika ekonomi.
Fokus Keberlanjutan dan Pemberdayaan Perempuan
Sebagai bagian dari inisiatif keberlanjutan, Maybank Indonesia juga mengembangkan program HERPower untuk mendorong pemberdayaan perempuan pelaku usaha di kawasan ASEAN.
Program ini memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi perempuan, sekaligus memperluas basis nasabah SME syariah.
Langkah ini sejalan dengan strategi jangka panjang ROAR30 yang menempatkan Maybank sebagai mitra finansial utama bagi pelaku usaha melalui layanan yang relevan dan terintegrasi.
Dengan kombinasi penguatan pembiayaan syariah, sinergi grup, serta peningkatan dana murah, Maybank Indonesia membidik pertumbuhan bisnis SME yang berkelanjutan sekaligus menjaga profitabilitas bank. (*)
Editor: Yulian Saputra










