Poin Penting
- PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama libur panjang 18–24 Maret 2026 untuk mendorong penggunaan transportasi publik.
- Selama periode tersebut, operator menyiapkan 270 perjalanan LRT per hari guna mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat.
- LRT Jabodebek terintegrasi dengan berbagai moda transportasi, termasuk KRL Commuter Line, TransJakarta, dan Whoosh, sehingga memudahkan perpindahan antarmoda bagi penumpang.
Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama periode libur panjang 18–24 Maret 2026. Kebijakan ini diambil untuk mendorong penggunaan transportasi publik di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan kebijakan tarif tersebut diharapkan dapat menjadi insentif bagi masyarakat untuk beralih ke moda transportasi massal yang lebih efisien.
“Melalui kebijakan tarif ini, KAI mendorong masyarakat memanfaatkan transportasi publik yang aman, nyaman, dan efisien selama libur panjang,” ujar Radhitya.
Selama periode tersebut, KAI mengoperasikan 270 perjalanan LRT setiap hari. Jumlah ini disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat, baik untuk mudik lokal, rekreasi, maupun silaturahmi.
Kebijakan tarif terjangkau ini juga menjadi bagian dari strategi operator untuk menjaga keterjangkauan layanan transportasi di tengah potensi kepadatan lalu lintas selama libur nasional.
Baca juga: Askrindo Dukung Mudik Gratis BUMN 2026 lewat Moda Transportasi Laut
Secara historis, periode libur panjang cenderung meningkatkan penggunaan transportasi publik di kawasan perkotaan, terutama untuk perjalanan jarak pendek hingga menengah.
Perkuat integrasi antarmoda
Salah satu keunggulan LRT Jabodebek adalah konektivitasnya dengan berbagai moda transportasi lain. Layanan ini terintegrasi dengan kereta bandara, KRL Commuter Line, hingga Kereta Cepat Whoosh, serta angkutan darat seperti Transjakarta.
Baca juga: BTN Gandeng KAI Wisata Perkuat Ekosistem Layanan Perbankan di Sektor Transportasi
Integrasi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi publik, terutama di wilayah Jabodebek yang dikenal dengan tingkat kemacetan tinggi.
Selain itu, LRT juga memberikan akses ke sejumlah pusat aktivitas dan destinasi populer, seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII), kawasan perbelanjaan, dan pusat kegiatan masyarakat lainnya.
Dorong Perubahan Perilaku Transportasi
Kebijakan tarif maksimal Rp10.000 ini tidak hanya bersifat jangka pendek untuk mengakomodasi lonjakan mobilitas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk membentuk kebiasaan penggunaan transportasi publik.
KAI menilai keandalan layanan dan keterjangkauan tarif menjadi dua faktor utama dalam menarik minat masyarakat.
“LRT Jabodebek hadir untuk memberikan kepastian perjalanan bagi masyarakat, khususnya saat mobilitas meningkat,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra










