Poin Penting
- Komisi III DPR mengecam penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras Andrie Yunus dan mendesak polisi segera menangkap pelaku.
- Korban mengalami luka bakar sekitar 24% setelah diserang dua orang tak dikenal di Jakarta Pusat usai menghadiri acara diskusi di kantor YLBHI.
- DPR meminta pengawalan keamanan bagi korban serta negara menanggung biaya pengobatan hingga pulih.
Jakarta – Komisi III DPR RI menyoroti kasus penyiraman air keras kepada Wakil Ketua Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras,) Andrie Yunus. Insiden tersebut terjadi di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menegaskan pihaknya telah menghubungi Kapolda Metro Jaya untuk memastikan kepolisian bergerak cepat mengusut kasus ini dan menangkap pelakunya.
“Terhadap Andrie Yunus juga harus dilakukan pengawalan maksimal agar beliau benar-benar aman dari ancaman kekerasan susulan,” kata Habiburokman, dinukil laman DPR, Jakarta, Minggu, 15 Maret 2026.
Baca juga: Banggar DPR Tegaskan Defisit APBN Tetap di Bawah 3 Persen PDB
Politisi dari Partai Gerindra ini menegaskan bahwa seluruh pihak tidak boleh menoleransi kekerasan terhadap warga negara. Perbedaan pendapat, menurutnya, tidak boleh direspons dengan kekerasan maupun tindakan premanisme.
“Pasal 28G UUD 1945 secara jelas mengatur bahwa setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, Komisi III akan terus mengawal proses penyidikan agar berjalan cepat dan profesional. Selain itu, negara diminta menanggung penuh biaya pengobatan korban agar dapat segera pulih.
Kronologi Insiden
Diketahui, aktivis Kontras, Andrie Yunus, diserang oleh dua orang tak dikenal setelah menghadiri acara siniar berjudul “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia sekitar pukul 23.00 WIB.
Baca juga: Ketua Banggar DPR Minta Pemerintah Perkuat APBN, Usulkan 4 Kebijakan Ini
Koordinator Kontras, Dimas Bagus Arya, menyebut Andrie mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh, terutama tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta area mata. Berdasarkan pemeriksaan medis, korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen dan segera dilarikan ke rumah sakit.
Pelaku Diduga Dua Orang
Menurut Dimas, pelaku berjumlah dua orang yang menggunakan satu sepeda motor, diduga Honda Beat produksi 2016–2021.
Salah satu pelaku mengenakan pakaian kombinasi putih-biru dengan celana gelap. Sementara pelaku lainnya menggunakan masker hitam yang menutupi sebagian wajah, kaos biru tua, dan celana panjang yang dilipat pendek.
“Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya,” tandasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra










