Rupiah Tertekan Konflik Timur Tengah, Dibuka di Level Rp16.923 per Dolar AS

Rupiah Tertekan Konflik Timur Tengah, Dibuka di Level Rp16.923 per Dolar AS

Poin Penting

  • Rupiah dibuka turun 0,18 persen ke Rp16.923 per dolar AS.
  • Lonjakan harga minyak dan konflik Iran meningkatkan kekhawatiran inflasi global.
  • Investor mencermati rilis inflasi PCE, revisi PDB AS, dan data kepercayaan konsumen.

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada awal perdagangan Jumat (13/3/2026). Rupiah dibuka di level Rp16.923 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,18 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.893 per dolar AS..

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, mengatakan tekanan terhadap pasar dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Ia menyebut pemimpin tertinggi baru Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz harus tetap ditutup serta menegaskan bahwa konflik akan terus berlanjut karena alasan strategis.

“Sementara itu, lonjakan harga minyak terus berlanjut, yang semakin memicu ekspektasi meningkatnya inflasi,” kata Andry, Jumat, 13 Maret 2026.

Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp16.902 per Dolar AS

Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS juga tertekan oleh kekhawatiran terhadap prospek fiskal, terutama di tengah meningkatnya belanja pertahanan.

Pelaku pasar memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga Fed Funds Rate pada pertemuan pekan depan. Namun perhatian investor akan tertuju pada proyeksi suku bunga terbaru dari bank sentral tersebut.

Menurut Andry, pasar saat ini hanya memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, yang kemungkinan terjadi pada September 2026.

Penguatan dolar AS juga terlihat terhadap berbagai mata uang utama di pasar global.

Pasar Menanti Data Inflasi AS

“Investor juga bersiap menghadapi rilis data inflasi penting lainnya. Indeks harga PCE Januari, yang merupakan indikator inflasi pilihan Federal Reserve, dijadwalkan dirilis hari ini, meskipun data tersebut belum mencerminkan dampak perang Iran,” bebernya.

Selain itu, pasar juga menunggu revisi pertama pertumbuhan PDB AS kuartal IV dan data kepercayaan konsumen Maret,

“Rilis penting lainnya mencakup revisi pertama pertumbuhan PDB AS kuartal IV serta kepercayaan konsumen bulan Maret,” ucapnya.

Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat Seiring Meningkatnya Harapan Perang AS-Iran Berakhir

Andry memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan berada di kisaran Rp16.874 hingga Rp16.946 per dolar AS.

“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.874 dan Rp16.946 dolar AS,” pungkas Andry. (*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62