Poin Penting
- IHSG ditutup turun 0,37% ke level 7.362 pada perdagangan 12 Maret 2026.
- Mayoritas sektor turun, sektor siklikal memimpin pelemahan dengan penurunan 2,04%.
- BUMI, DEWA, dan ENRG menjadi saham yang paling sering diperdagangkan.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 12 Maret 2026 ditutup berbalik melemah ke posisi 7.362,11 atau turun 0,37 persen dari level 7.389,39.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 461 saham terkoreksi, 211 saham menguat, dan 149 saham tetap tidak berubah.
Sebanyak 26,81 miliar saham diperdagangkan dengan 1,61 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi Rp13,38 triliun.
Baca juga: IHSG Sesi I Lanjut Menguat, Naik 0,53 Persen ke 7.428
Selanjutnya, seluruh indeks dalam negeri ditutup variatif dengan IDX30 dan Sri-Kehati menguat 0,43 persen masing-masing menjadi 400,50 dan 355,91. Sedangkan, LQ45 melemah 0,14 persen ke 751,19 dan JII turun 0,29 persen menjadi 491,75.
Kemudian, mayoritas sektor turut ditutup melemah, dengan sektor siklikal merosot 2,04 persen, sektor bahan baku turun 1,44 persen, sektor properti melemah 1,38 persen, dan sektor infrastruktur merosot 1,08 persen.
Selain itu, sektor energi turun 0,55 persen, sektor kesehatan melemah 0,51 persen, sektor industrial merosot 0,49 persen, dan sektor non-siklikal turun 0,07 persen.
Baca juga: BNI Sekuritas Proyeksikan IHSG Tembus Level 10.800 Tahun Ini
Sedangkan sektor sisanya masih mampu menguat, dengan sektor transportasi naik 1,26 persen, sektor teknologi meningkat 0,91 persen, dan sektor keuangan menguat 0,03 persen.
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), dan PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY).
Sedangkan saham top losers adalah PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT MD Entertainment Tbk (FILM), dan PT GTS Internasional Tbk (GTSI).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). (*)
Editor: Yulian Saputra










