Poin Penting
- Kredit Bank Jago pada 2025 mencapai Rp24,3 triliun, tumbuh 38% dari Rp17,7 triliun pada 2024, dengan NPL gross tetap rendah di level 0,6%.
- DPK meningkat 38% menjadi Rp25,9 triliun, mendorong laba bersih Bank Jago melonjak 115% menjadi Rp276 miliar.
- Jumlah nasabah naik signifikan menjadi 18,2 juta hingga akhir 2025, dengan total aset mencapai Rp36,5 triliun.
Jakarta – PT Bank Jago Tbk (ARTO) menyalurkan kredit sebesar Rp24,3 triliun hingga akhir 2025. Nilai ini tumbuh 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp17,7 triliun.
Pertumbuhan kredit tersebut tetap terjaga melalui pengelolaan risiko yang disiplin dan penerapan prinsip kehati-hatian. Hal ini tecermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross yang rendah di level 0,6 persen, lebih baik dibandingkan rata-rata NPL perbankan nasional.
Selain kredit, hingga akhir Desember 2025 total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun Bank Jago mencapai Rp25,9 triliun. Angka ini meningkat 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp18,8 triliun.
Baca juga: Bank Jago (ARTO) Kantongi Laba Rp199 M per Kuartal III 2025, Melesat 132 Persen
Kombinasi pertumbuhan kredit dan DPK tersebut turut mendorong peningkatan kinerja perseroan. Bank Jago mencatatkan laba bersih setelah pajak atau net profit after tax (NPAT) sebesar Rp276 miliar, melonjak 115 persen dibandingkan Rp129 miliar pada tahun sebelumnya.
Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris, mengatakan terlihat adanya hubungan kuat antara pertumbuhan nasabah dan peningkatan DPK.
“Ini mencerminkan nasabah semakin banyak dan percaya untuk memanfaatkan produk dan layanan Bank Jago sebagai bagian dari pengelolaan keuangan mereka,” ujar Arief dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.
Aset dan Nasabah Terus Bertambah
Adapun, total aset Bank Jago mencapai sebesar Rp36,5 triliun per Desember 2025 atau naik 28 persen dibandingkan perolehan 2024 yang sebesar Rp28,5 triliun.
Selanjutnya, rasio kredit terhadap simpanan atau loan-to-deposit ratio (LDR) berada di posisi 94 persen. Sementara rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) mencapai sebesar 31,6 persen.
“Ini menunjukkan tingkat likuiditas yang sehat dan tingkat permodalan yang kuat bagi Bank Jago untuk terus berinovasi dan menumbuhkan bisnis secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Baca juga: Jurus Bank Jago Tekan Credit to Income Ratio
Hingga akhir 2025, jumlah nasabah Bank Jago mencapai 18,2 juta. Angka tersebut mencakup 14,2 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago dan Jago Syariah.
Total nasabah meningkat hampir tiga juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 15,3 juta nasabah. (*)
Editor: Yulian Saputra










