Poin Penting
- Kemenkeu telah menyalurkan Rp44 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis hingga 9 Maret 2026, setara 13,1 persen dari total alokasi Rp335 triliun di APBN 2026.
- Program MBG telah menjangkau 61,62 juta orang melalui 25.082 dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
- Komposisi penerima, sekitar 50 juta penerima adalah siswa, sementara 10,5 juta lainnya berasal dari kelompok non-siswa seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia.
Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menggelontorkan anggaran belanja Badan Gizi Nasional (BGN) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp44 triliun hingga 9 Maret 2026.
Angka tersebut setara dengan 13,1 persen dari alokasi anggaran APBN yang sebesar Rp335 triliun di tahun 2026 ini.
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan, penerima manfaat program MBG ini sudah sebanyak 61,62 juta orang melalui 25.082 dapur umum atau satuan pekayanan pemenuhan gizi (SPPG).
“Sampai 9 Maret 2026 sebanyak 61,62 juta penerima (MBG) yang diselenggarakan oleh 25.082 SPPG,” kata Suahasil dalam APBN KiTa, dikutip, Kamis, 12 Maret 2026.
Baca juga: BGN Hentikan Sementara 1.512 Dapur MBG di Wilayah II, Ini Rinciannya
Suahasil menjelaskan, program MBG ini menjangkau penerima seperti anak sekolah dan ibu hamil yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia, seperti Sumatra sebanyak 12,63 juta orang, Jawa sebanyak 35,47 juta orang, Kalimantan 2,63 juta orang, Sulawesi sebanyak 4,49 juta orang, Maluku-Papua 2,88 juta orang, serta Bali-Nusa Tenggara 3,52 juta orang.
Baca juga: Program MBG Indonesia Terbesar Kedua di Dunia setelah India
“Penerima MBG siswa sebanyak 50 juta orang, dan 10,5 juta penerima yang non-siswa seperti ibu hamil, ibu menyusui, lansia juga ada yang mendapatkan makan bergizi,” jelasnya.
“Kemenkeu akan memastikan anggaran program MBG dijalankan dengan tata kelola yang baik dan efisien,” pungkas Suahasil (*)
Editor: Galih Pratama









