Insentif Disetop, ALVA Pede Penjualan Motor Listrik Tetap “Nyetrum”

Insentif Disetop, ALVA Pede Penjualan Motor Listrik Tetap “Nyetrum”

Poin Penting

  • ALVA tetap optimistis penjualan motor listrik tumbuh meski pemerintah menghentikan insentif pembelian kendaraan listrik roda dua mulai 2026.
  • Konsumen dinilai mulai terbiasa membeli tanpa subsidi, setelah 2024–2025 menjadi masa transisi bagi pasar motor listrik di Indonesia.
  • Penjualan unit ALVA meningkat dibanding 2024, dengan total produksi mencapai 10.000 unit hingga November 2025, didominasi segmen premium seharga Rp30–40 juta.

Jakarta – Penghentian insentif pembelian kendaraan listrik roda dua oleh pemerintah mulai 2026 tidak menyurutkan optimisme pelaku industri. Produsen motor listrik ALVA justru mengklaim penjualannya tetap menunjukkan tren pertumbuhan meski tanpa dukungan subsidi.

CEO ALVA, Purbaja Pantja, menilai konsumen saat ini sudah mulai terbiasa membeli motor listrik tanpa insentif pemerintah. Hal tersebut terjadi karena periode sebelumnya telah menjadi masa transisi bagi pasar kendaraan listrik roda dua di Indonesia.

“Konsumen seharusnya sudah terbiasa (tanpa subsidi). Tahun lalu itu adalah tahun transisi. Kalau kita lihat 2024 sampai sekarang itu kan sudah lebih dari setahun ya jadi kalau dibilang terbiasa menurut kami sih. Pemerintah pun juga sudah jelas bahwa subsidi ke depannya akan ditiadakan,” ujar Purbaja dalam Media Gathering di Jakarta, 10 Maret 2026.

Baca juga: Bahlil Kebut Konversi Motor Listrik, Target 6 Juta Unit per Tahun

Menurutnya, tahun 2025 menjadi periode penting bagi industri untuk menyesuaikan diri setelah sebelumnya menikmati subsidi pemerintah pada 2024. Meski tanpa insentif, ALVA justru mencatat peningkatan penjualan secara unit dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau lihat dari penjualan kami secara keseluruhan dibandingkan dengan tahun 2024 ALVA sebenarnya kalau dari segi jumlah unit yang kami jual, itu penjualannya sebenarnya meningkat,” katanya.

Meski tak menyebutkan angka penjualan secara detail, kata Purbaja, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa konsumen mulai menilai motor listrik tidak hanya dari sisi subsidi, tetapi juga dari kualitas produk serta ekosistem pendukung yang ditawarkan produsen.

Baca juga: United Bike Optimistis Sepeda Anak Jadi Motor Pertumbuhan 2026

“Kalau kita lihat trennya, itu sudah tidak melakukan test ride lagi untuk motor ALVA. Kalau dulu itu pasti pengennya test ride dulu gitu ya. Sekarang test ride itu memang masih, tapi juga ada beberapa pengguna ALVA sekarang itu waktu mereka membeli motor ALVA sudah tidak lagi melakukan test ride,” jelasnya.

Hingga November 2025, perusahaan berhasil mencapai produksi sebanyak 10.000 unit motor listrik. Adapun mayoritas unit yang diproduksi berasal dari segmen premium yang dibanderol di kisaran harga Rp30 juta hingga Rp40 juta.

Terbaru, ALVA meluncurkan motor listrk N3 Next Gen di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. (*)

Related Posts

News Update

Netizen +62