Poin Penting
- Investor asing mencatat net foreign buy Rp749,85 miliar pada perdagangan 9 Maret 2026, meski secara year-to-date masih net sell Rp20,39 triliun
- Saham sektor energi mendominasi pembelian asing, dengan lima saham teratas: BUMI, PTRO, MDKA, ITMG, dan DEWA
- IHSG ditutup melemah 3,27 persen ke level 7.337,36, dengan 708 saham turun dan seluruh sektor terkoreksi, dipimpin sektor transportasi, bahan baku, dan properti.
Jakarta – Di tengah ketegangan geopolitik, aliran dana investor asing terlihat kembali masuk ke Indonesia yang tercermin dari net foreign buy senilai Rp749,85 miliar pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026.
Mayoritas saham yang dibeli asing berasal dari sektor energi. Meski demikian, net foreign sell secara year-to-date (ytd) sejak awal tahun masih tercatat senilai Rp20,39 triliun.
Baca juga: RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar
Berdasarkan data Philip Sekuritas Indonesia, ada lima saham yang paling banyak diborong asing. Berikut rinciannya:
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Rp393,52 miliar
- PT Petrosea Tbk (PTRO): Rp328,00 miliar
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Rp133,58 miliar
- PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG): Rp115,85 miliar
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA): Rp100,35 miliar.
Aksi beli asing tersebut seiring dengan pelemahan perdagangan kemarin yang ditutup terkoreksi ke 7.337,36 atau turun 3,27 persen dari level 7.585,68.
Baca juga: BEI Perkenalkan IDX Mobile Sharia, Permudah Akses Investasi Saham Syariah
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 708 saham terkoreksi, 68 saham menguat, dan 41 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 46,80 miliar saham diperdagangkan dengan 2,47 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp23,88 triliun.
Adapun, seluruh sektor juga terpantau melemah, dengan tiga sektor teratas antara lain, sektor transportasi, sektor bahan baku, dan sektor properti. (*)
Editor: Galih Pratama










