Poin Penting
- PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk tengah merancang produk dan proposisi layanan baru untuk menangkap peluang pasar kendaraan listrik di Indonesia
- Zurich mencatat pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia melonjak hampir 300 persen dalam beberapa tahun terakhir
- Saat ini kontribusi asuransi kendaraan listrik di portofolio Zurich diperkirakan sekitar 4 persen, dengan potensi pertumbuhan lebih cepat dibanding kendaraan konvensional.
Jakarta – Pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia membuka peluang baru bagi industri asuransi umum.
Melihat tren tersebut, PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk mulai menyiapkan strategi khusus untuk menangkap potensi pasar kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) yang terus berkembang.
Presiden Direktur Zurich Indonesia, Edhi Tjahja Negara, mengatakan perusahaan tengah merancang produk serta proposisi layanan baru khusus untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.
“Zurich Asuransi Indonesia justru sedang membangun produk dan proposisi yang baru, yang kita tingkatkan khusus untuk menangkap kesempatan di kendaraan listrik atau EV,” ujarnya dalam acara Media Gathering di Jakarta, Senin (9/3).
Baca juga: OJK Kaji New RBC, Zurich Asuransi Indonesia Klaim Sudah Jauh di Atas Batas Minimum
Ia menilai potensi pasar EV di Indonesia sangat besar. Hal ini terlihat dari pertumbuhan kendaraan listrik yang melonjak signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
“Kalau kita lihat data pertumbuhan kendaraan EV, itu tumbuhnya hampir 300 persen di Indonesia,” kata Edhi.
Seiring dengan tren tersebut, Zurich juga mencatat pertumbuhan bisnis yang sejalan dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik.
Saat ini, pangsa pasar Zurich di segmen kendaraan listrik diperkirakan berada di kisaran 4 persen dari total portofolio keseluruhan.
Baca juga: Industri Otomotif “Tak Baik-Baik Saja”, Hyundai Ungkap Tantangan Ekosistem Kendaraan Listrik di RI
Menurut Edhi, tren kendaraan listrik diperkirakan akan terus meningkat dan bahkan berpotensi tumbuh lebih cepat dibandingkan kendaraan konvensional dalam beberapa tahun ke depan.
“Ke depan pertumbuhan EV ini memang akan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan mobil nasional non-EV. Karena itu kami sudah mulai mengikuti tren ini dengan membangun produk, proposisi baru, dan juga kemampuan layanan untuk mendukung bisnis EV,” jelasnya. (*) Alfi Salima Puteri










