Poin Penting
- BEI luncurkan IDX Mobile Sharia untuk memudahkan masyarakat belajar dan berinvestasi di pasar modal syariah.
- Inklusivitas investasi syariah terbuka bagi semua kalangan dengan fokus manajemen risiko dan keberlanjutan ekonomi.
- Pertumbuhan signifikan: 672 saham syariah (70 persen total), kapitalisasi 56 persen, dan 220 ribu investor syariah aktif.
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memperkenalkan fitur terbaru dari aplikasi IDX Mobile, yaitu IDX Mobile Sharia, Senin (9/3) di Jakarta. Fitur ini dirancang untuk memudahkan masyarakat mempelajari pasar modal syariah.
Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan, fitur ini menyediakan informasi saham syariah, simulasi transaksi, hingga pemahaman mengenai fatwa dan regulasi.
“Dengan demikian tentu kita harapkan pertumbuhan pasar modal syariah kita akan lebih cepat lagi. Karena kami meyakini nilai-nilai berinvestasi secara syariah itu sifatnya universal,” ujar Jeffrey dalam sambutannya.
Baca juga: BEI Mulai Publikasikan Data Pemegang Saham di Atas 1 Persen
Jeffrey menegaskan, inklusivitas pasar modal syariah tidak terbatas pada keyakinan tertentu, melainkan terbuka bagi siapa pun yang ingin berinvestasi dengan prinsip manajemen risiko yang lebih baik.
“Oleh karena itu, dalam suasana bulan suci Ramadan ini, kita sama-sama mengingat bahwa investasi itu tidak hanya tentang mencari keuntungan, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun keberkahan, tanggung jawab dan keberlanjutan dalam aktivitas ekonomi bangsa,” imbuhnya.
Sejak diluncurkan Juli 2023, IDX Mobile telah digunakan lebih dari 510 ribu masyarakat.
Baca juga: BEI Jatuhkan 294 Sanksi ke 142 Perusahaan Sepanjang Januari 2026
“Artinya, dari sekian juta penambahan investor baru kita, paling tidak sudah ada 510.000 yang melalui proses belajar dari IDXMobile sebelum mereka membuka rekening efek di perusahaan efek dan menjadi investor,” jelas Jeffrey.
Saat ini, terdapat 672 saham atau sekitar 70 persen dari total 956 saham yang masuk kategori syariah. Dari sisi kapitalisasi pasar, saham syariah menguasai 56 persen, dengan jumlah investor syariah tumbuh signifikan menjadi 220 ribu orang. (*)
Editor: Galih Pratama










