Poin Penting
- Keuangan syariah menekankan akad jelas, aktivitas ekonomi riil, dan disiplin risiko
- Ekosistem syariah Indonesia makin matang sehingga produk investasi kian mudah diakses
- Investasi syariah wajib transparan dan melalui penyaringan sektor sesuai DES.
Jakarta – PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) membagikan tips dalam mengelola uang selama Ramadan melalui prinsip keuangan syariah yang tidak hanya mengedepankan angka, tetapi soal nilai kejujuran, keadilan, dan berbagi.
Director and Chief Legal, Risk and Compliance Officer dan Kepala Unit Pengawasan Investasi Syariah (UPIS) MAMI, Justitia Tripurwasani, menyampaikan prinsip keuangan syariah menawarkan panduan yang bukan hanya etis, tetapi juga relevan secara praktis.
“Prinsip syariah berperan sebagai kerangka tata kelola yang menekankan aktivitas ekonomi riil, akad yang jelas, serta disiplin dalam pengelolaan risiko,” ucap Justitia dalam keterangan resmi dikutip, 9 Maret 2026.
Baca juga: Tips Manfaatkan THR untuk Investasi Emas, Bisa Mulai dari Nominal Kecil
Menurutnya, Indonesia sendiri saat ini telah membangun ekosistem keuangan syariah yang semakin matang, serta didukung oleh regulasi dan fatwa yang komprehensif.
“Hal ini membuat produk berbasis syariah makin mudah diakses, terutama bagi investor ritel yang ingin memastikan portofolionya selaras dengan prinsip muamalah dan tetap mencerminkan nilai-nilai keagamaan yang mereka junjung,” imbuhnya.
Dalam hal investasi syariah, Justitia menjelaskan kejelasan akad jadi salah satu tuntutan utama, karena investor harus memilih kontrak yang aturannya transparan, didukung aset nyata, dan tidak menggunakan leverage yang berlebihan.
“Selain itu, ada proses penyaringan sektor untuk memastikan investasi tidak masuk ke industri yang haram seperti alkohol, perjudian, makanan haram, hiburan dewasa, atau layanan keuangan berbasis bunga,” imbuhnya.
Investor juga dapat merujuk pada Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan OJK atau menggunakan metodologi screening dari penyedia indeks global. Dengan acuan yang sudah baku ini, investor dapat lebih yakin bahwa portofolio mereka benar-benar sesuai dengan prinsip syariah.
“Pada intinya, pendekatan ini mengingatkan bahwa kekayaan bukan hanya sekadar angka, melainkan amanah yang perlu dikelola dengan etika,” tambahnya.
Dengan adanya mekanisme cleansing, kata Justitia, perencanaan keuangan menjadi lebih dari sekadar strategi dan bisa berubah menjadi praktik yang membawa keberkahan, serta menyatu dengan kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Pendapatan Tak Menentu? Ini Tips Mengatur Keuangan untuk Freelancer
“Bayangkan dana darurat ditempatkan pada instrumen pasar uang syariah, tabungan pendidikan anak dialokasikan ke portofolio syariah yang seimbang, dan persiapan pensiun dibangun melalui kombinasi saham syariah dan sukuk,” ujar Justitia.
Dalam pola seperti ini, kekayaan tidak berhenti pada akumulasi, tetapi menjadi perjalanan pengelolaan yang sarat makna.
“Sehingga, bagi banyak keluarga Indonesia di usia produktif, pendekatan ini bukan lagi sekadar strategi finansial melainkan cara hidup yang menghadirkan ketenangan dan keberkahan,” tutupnya. (*)
Editor: Galih Pratama










