Poin Penting
- Pendapatan Cinema XXI pada 2025 mencapai Rp5,9 triliun, tumbuh 2,6 persen yoy; laba bersih Rp776,2 miliar dengan EBITDA Rp1,8 triliun
- Penjualan tiket Rp3,6 triliun dan F&B Rp2 triliun menjadi kontributor utama; total 85 juta penonton dengan ATP naik 3 persen menjadi Rp46.057.
- Ekspansi berlanjut, Cinema XXI membuka 12 bioskop dan 43 layar baru, sehingga total mencapai 1.388 layar di 267 bioskop hingga akhir 2025.
Jakarta – PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), pengelola jaringan bioskop Cinema XXI, mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp5,9 triliun atau tumbuh 2,6 persen secara tahunan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp5,7 triliun.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, laba bersih setelah pajak CNMA tercatat Rp776,2 miliar, dengan EBITDA mencapai Rp1,8 triliun.
Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, menjelaskan bahwa kinerja tersebut ditopang oleh penjualan tiket sebesar Rp3,6 triliun serta penjualan makanan dan minuman (food and beverage/F&B) senilai Rp2 triliun. Sementara itu, pendapatan lainnya sebesar Rp298 miliar berasal dari iklan, platform digital, serta penyelenggaraan berbagai acara.
Baca juga: Cinema XXI Sulap Ribuan Layar Bioskop Jadi Screen Bag
Sepanjang 2025, kata Suryo, Cinema XXI mencatatkan total 85 juta penonton. Pada saat yang sama, Average Ticket Price (ATP) meningkat 3,0 persen menjadi Rp46.057, didorong oleh meningkatnya okupansi di studio premium seperti The Premiere dan IMAX®.
“Cinema XXI juga mencatat 85 juta penonton sepanjang 2025 dengan pertumbuhan Average Ticket Price (ATP) sebesar 3,0 persen menjadi Rp46.057,” ujar Suryo dalam keterangan resmi di Jakarta, 6 Maret 2026.
Suryo menilai prospek industri hiburan, khususnya perfilman nasional, masih akan terus berkembang seiring meningkatnya kualitas dan keragaman konten. Pada 2025 tercatat lebih dari 20 film nasional maupun internasional yang masing-masing berhasil menarik lebih dari satu juta penonton.
“Cinema XXI siap memperkuat perannya melalui ekspansi terukur dan peningkatan standar pengalaman menonton, serta mendorong kolaborasi yang solid agar industri film Indonesia semakin kompetitif dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Baca juga: LINE Bank Sinergi Layanan Perbankan dengan CGV Cinemas
Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan, Cinema XXI meresmikan 12 bioskop baru dan menambah 43 layar sepanjang 2025.
Ekspansi tersebut mencakup kehadiran perdana di sejumlah wilayah baru seperti Indramayu, Pematangsiantar, Magelang, Tuban, dan Kota Metro Lampung.
Hingga 31 Desember 2025, Cinema XXI telah mengoperasikan 1.388 layar di 267 bioskop yang tersebar di 56 kota dan 30 kabupaten di seluruh Indonesia. (*)
Editor: Galih Pratama










