Rupiah Dibuka Melemah, Ketegangan Timur Tengah jadi Pemicu

Rupiah Dibuka Melemah, Ketegangan Timur Tengah jadi Pemicu

Poin Penting

  • Rupiah melemah dan dibuka di Rp16.923 per dolar AS, turun 0,11 persen dari penutupan sebelumnya.
  • Pelemahan rupiah dipicu ketegangan Timur Tengah, ancaman balasan Iran, dan kenaikan harga minyak.
  • Rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp16.850 hingga Rp17.000 per dolar AS hari ini.

Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Jumat (6/3/2026). Rupiah dibuka di level Rp16.923 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,11 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.904 per dolar AS.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut pelemahan rupiah dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Iran mengancam serangan balasan terhadap AS setelah kapal perang Iran ditenggelamkan militer AS.

Baca juga: Konflik Timur Tengah Memanas, BI Perkuat Intervensi Stabilkan Rupiah

“Rupiah diperkirakan kembali melemah terhadap dolar AS yang menguat oleh memanasnya situasi di Timur Tengah dengan ancaman Iran akan balasan terhadap kapal perang yang ditenggelamkan AS,” kata Lukman, Jumat, 6 Maret 2026.

Penguatan dolar AS juga didorong rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan. Selain itu, kenaikan harga minyak turut menekan nilai tukar rupiah.

Baca juga: Tekanan Global dan Volatilitas Rupiah, BWS Perkuat Strategi Bisnis di 2026

Dengan kondisi tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.850 hingga Rp17.000 per dolar AS hari ini.

“Rupiah akan berada di range Rp16.850 hingga Rp17.000 per dolar AS hari ini,” pungkas Lukman. (*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62