Poin Penting
- AXA Mandiri membagikan 100 paket sekolah dan sembako senilai Rp1 juta untuk anak yatim di Panti Asuhan Nurul Iman dan Yayasan Penyantunan Sosial.
- Karyawan AXA Mandiri mengajarkan literasi keuangan melalui permainan interaktif untuk anak-anak.
- Donasi karyawan dan surplus underwriting 2024 (Rp250 juta) disalurkan ke Baznas dan pondok pesantren untuk pembangunan pendidikan.
Jakarta – PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) berbagi berkah di bulan ramadan dengan membagikan 100 paket perlengkapan sekolah dan paket sembako senilai Rp1 juta untuk anak-anak yatim dari Panti Asuhan Nurul Iman dan Yayasan Penyantunan Sosial (Yapensos).
Secara simbolis bantuan tersebut diserahkan AXA Mandiri dalam momen buka puasa bersama para anak-anak yatim di kantor pusat AXA Mandiri, Jakarta.
Chief Communications Officer AXA Mandiri, Atria Rai menjelaskan, kegitan ini merupakan upaya perseroan dalam mendukung Kesehatan dan Pendidikan anak-anak secara berkelanjutan.
Baca juga: Strategi Investasi AXA Mandiri Hadapi Volatilitas Pasar
“Melalui kegiatan ini, sekitar 100 karyawan AXA Mandiri meluangkan waktu dan tenaganya dalam menyiapkan makanan dan perlengkapan sekolah untuk anak-anak yatim,” jelas Atria dikutip 5 Maret 2026.
Selain itu, lanjut Atria, sukarelawan AXA Mandiri juga berbagi ilmu literasi keuangan melalui permainan interaktif monopoli dan ular tangga.
“AXA Mandiri menyadari pentingnya memiliki pemahaman tentang keuangan sejak dini agar dapat melangkah pasti di masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Dalam acara yang sama, AXA Mandiri juga menyerahkan donasi yang berasal dari karyawan kepada dua panti asuhan di atas melalui organisasi karyawan Muslim AXA Mandiri, Kalam.
Baca juga: Premi AXA Mandiri Sentuh Rp10 Triliun di 2025, Unitlink Jadi Tulang Punggung
Sebelumnya, AXA Mandiri menyerahkan lebih dari Rp250 juta nilai surplus underwriting 2024 ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Nilai surplus underwriting AXA Mandiri tahun 2024 disalurkan Baznas ke Pondok Pesantren Nurul Huda, Bekasi untuk pembangunan dan pengembangan perpustakaan. (*)









