Poin Penting
- Setelah akuisisi Mandala Finance, Adira Finance integrasikan 6.000 karyawan baru, total karyawan mencapai 30.000 orang.
- Jaringan layanan Adira kini menjangkau sekitar 70 persen kabupaten di Indonesia dengan 877 outlet, mencakup kota besar hingga kecil.
- Meski pembiayaan otomotif lesu, pembiayaan dana tunai tumbuh positif dan menjadi penopang kinerja perusahaan.
Jakarta – Setelah resmi mengakuisisi Mandala Finace pada Oktober lalu, Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, mengakui bahwa pekerjaan rumah terbesar terletak pada integrasi operasional dan sumber daya manusia.
Sekitar 6.000 karyawan Mandala masuk ke dalam organisasi, membuat total karyawan Adira kini mencapai kurang lebih 30.000 orang.
“Itu (proses integrasi) tersebut kemarin juga menjadi PR (pekerjaan rumah) karena ada 6.000 karyawan baru,” ujar Made saat Buka Puasa Bersama Media di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.
Baca juga: Siasat Adira Finance Antisipasi Kenaikan NPF Pasca Lebaran
Dari sisi jaringan, Adira kini berada dalam posisi yang semakin kuat. Perusahaan telah menjangkau sekitar 70 persen kabupaten di seluruh Indonesia dengan 877 jaringan layanan, mencakup kota besar hingga kecil.
“Umumnya Mandala main di kota besar. Sementara kami hampir bermain di kota besar,” jelas Made.
Cakupan luas ini menjadi modal strategis untuk mengoptimalkan penetrasi pasar, termasuk segmen non-otomotif.
Pembiayaan Dana Tunai Dorong Kinerja
Di tengah lesunya pembiayaan otomotif tahun lalu, pembiayaan dana tunai justru tumbuh positif dan menjadi salah satu penopang kinerja Adira.
“Tahun lalu otomotif kan sulit. Tetapi kebutuhan dana tunai itu bagus. Jadi itu juga mengalami peningkatan yang positif,” ungkapnya.
Baca juga: Adira Finance Siap Genjot Pembiayaan Multiguna di Momen Ramadan
Meski demikian, pemulihan otomotif tetap dinanti karena efek bergandanya terhadap ekosistem pembiayaan. (*) Alfi Salima Puteri










