Harga Minyak Terancam Melonjak, Celios Dorong Transisi Energi dan Revisi APBN

Harga Minyak Terancam Melonjak, Celios Dorong Transisi Energi dan Revisi APBN

Poin Penting

  • Celios mendorong percepatan transisi energi melalui pemanfaatan energi terbarukan dan elektrifikasi transportasi guna mengurangi ketergantungan impor BBM di tengah konflik Timur Tengah.
  • Revisi APBN dinilai mendesak, dengan kebutuhan tambahan subsidi energi hingga Rp340 triliun agar defisit tidak melebar tanpa menambah utang baru.
  • Eskalasi konflik berdampak pada jalur energi global, termasuk terganggunya pelayaran tanker di Selat Hormuz yang berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia.

Jakarta – Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menilai percepatan transisi energi dan revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diperlukan guna menjaga keandalan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.

Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira Adhinegara, mengatakan pemerintah perlu mengakselerasi pemanfaatan energi terbarukan seperti air, angin, dan surya.

“Percepat transisi energi dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan dari air, angin, dan surya,” ujar Bhima dikutip ANTARA, Rabu, 4 Maret 2026.

Ia menambahkan, percepatan elektrifikasi, terutama pada transportasi publik berbasis kendaraan listrik (electric vehicle/EV), dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM.

Baca juga: Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza Dinilai Berisiko Bebani APBN, Celios Rekomendasikan Hal Ini

Selain itu, pengurangan ketergantungan pembangkit listrik pada energi fosil dinilai penting untuk meredam dampak lonjakan harga minyak global terhadap perekonomian domestik.

Revisi APBN dan Tambahan Subsidi Energi

Di sisi fiskal, Bhima menekankan pentingnya memperkuat bantalan keuangan negara guna menjaga kesehatan BUMN energi seperti PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).

Ia menilai revisi APBN perlu segera dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan beban subsidi energi jika harga minyak dunia terus meningkat.

“Realokasi anggaran ke subsidi energi mendesak dilakukan. Diperkirakan butuh alokasi tambahan hingga Rp340 triliun untuk jaga agar defisit APBN tidak melebar. Sebaiknya realokasi jangan menambah utang baru,” katanya.

Baca juga: Perjanjian RI-AS Dinilai Merugikan, Celios Layangkan 21 Poin Keberatan ke Prabowo

Dampak Konflik Timur Tengah ke Jalur Energi Global

Konflik memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Iran membalas dengan serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pembelaan diri.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut telah memulai gelombang kesembilan Operasi True Promise 4 terhadap target Israel dan AS.

Imbas eskalasi tersebut, sekitar 200 kapal tanker dilaporkan terjebak di pintu masuk Selat Hormuz di Teluk Oman pada Selasa (3/3), sehingga total kapal yang tertahan mencapai sekitar 300 unit berdasarkan data MarineTraffic.

Saat ini tidak ada kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Secara geografis, pantai utara Selat Hormuz berada di wilayah Iran, sementara pantai selatan terbagi antara Uni Emirat Arab dan Oman. (*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62