Poin Penting
- Rupiah dibuka melemah 0,34 persen ke level Rp16.930 per dolar AS pada Rabu (4/3), dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.872 per dolar AS
- Kenaikan harga energi akibat eskalasi konflik AS–Israel dengan Iran mendorong lonjakan yield US Treasury, memperkuat dolar AS sebagai safe haven
- Bank Mandiri memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp16.843–Rp16.905 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini Rabu (4/3/2026). Rupiah dibuka pada level Rp16.930 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,34 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.872 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, harga acuan minyak dan gas alam melonjak, mendorong imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) di seluruh tenor naik tajam dan menekan seluruh sektor industri yang sensitif terhadap kredit.
“Pelaku pasar mempertimbangkan kekhawatiran bahwa kenaikan harga energi, yang dipicu oleh eskalasi konflik AS dan Israel dengan Iran, dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan memicu inflasi,” kata Andry, Rabu, 4 Maret 2026.
Baca juga: Konflik Iran-AS Picu Capital Outflow, IHSG dan Rupiah Terancam Tertekan
Namun, kerugian pasar sempat terpangkas setelah Presiden Donald Trump berjanji akan mengawal kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz, sehingga meredakan kekhawatiran pasokan.
Selain itu, permintaan terhadap aset aman (safe haven) mendorong penguatan dolar AS. Investor juga memandang AS sebagai safe haven relatif karena tingkat kemandirian energinya yang lebih tinggi, sehingga turut menopang mata uang tersebut.
Sementara itu, lonjakan harga energi kembali memicu kekhawatiran inflasi, sehingga pelaku pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).
Baca juga: Konflik Timur Tengah Memanas, BI Pastikan Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
“Pasar kini memperkirakan penurunan suku bunga The Fed berikutnya terjadi pada September, dari proyeksi sebelumnya pada Juli, meskipun dua kali pemangkasan masing-masing 25 basis poin masih diperkirakan terjadi pada 2026,” pungkasnya.
Dengan kondisi tersebut, Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.843 hingga Rp16.905 per dolar AS.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp16.843 dan Rp16.905 per dolar AS,” imbuh Andry. (*)
Editor: Galih Pratama










