Poin Penting
- Pembiayaan multifinance capai Rp508,27 triliun per Januari 2026, tumbuh 0,78% yoy, dengan NPF gross 2,72% dan gearing ratio 2,11 kali (di bawah batas 10 kali).
- Pinjaman daring tumbuh 25,52% yoy menjadi Rp98,54 triliun, dengan TKB90 di level 4,38%, sementara modal ventura naik 0,83% yoy menjadi Rp15,95 triliun.
- Industri pergadaian melonjak 60,05% yoy menjadi Rp143,11 triliun, didominasi produk gadai Rp115,98 triliun (81,03% dari total pembiayaan).
Jakarta – Industri multifinance (pembiayaan) mencatatkan angka pembiayaan Rp508,27 triliun per Januari 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa angka itu naik tipis 0,78 persen secara year on year (yoy).
Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya, merangkap Anggota Dewan Komisioner (ADK) OJK, mengatakan pertumbuhan didorong peningkatan pembiayaan modal kerja sebesar 10,27 persen.
“Profil risiko perusahaan pembiayaan terjaga dengan rasio non-performing financing (NPF) gross tercatat sebesar 2,72 persen dan NPF nett 0,82 persen,” kata Agusman di Hasil Rapat DK OJK, Rabu, 3 Maret 2026.
Baca juga: Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya
Lebih lanjut, gearing ratio pelaku industri di periode itu masih di kisaran 2,11 kali. Angka tersebut masih di bawah ketentuan regulasi yang meminta batas gearing ratio maksimal 10 kali.
Pinjaman Daring dan Modal Ventura Tumbuh
“Pada industri pinjaman daring (pindar), outstanding pembiayaan pada Januari 2026 tumbuh 25,52 persen (yoy) dengan nominal sebesar Rp98,54 triliun. Tingkat risiko kredit secara agregat (TKB90) berada di posisi 4,38 persen,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Agusman menyampaikan, pembiayaan modal ventura pada Januari 2026 mengalami pertumbuhan 0,83 persen (yoy). Di periode tersebut, nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp15,95 triliun.
Baca juga: OJK Restrukturisasi Kredit Rp12,6 Triliun untuk Debitur Terdampak Bencana Sumatra
Pergadaian Melonjak 60 Persen
OJK juga mencatat penyaluran pembiayaan industri pergadaian yang melonjak drastis dari tahun sebelumnya. Angkanya mencapai Rp143,11 triliun atau tumbuh sebesar 60,05 persen (yoy) menjadi Rp143,11 triliun. Risiko kredit juga disebut terjaga baik.
“Pembiayaan terbesar industri pergadaian disalurkan dalam bentuk produk gadai, yaitu sebesar Rp115,98 triliun atau Rp81,03 persen dari total pembiayaan yang disalurkan oleh industri pergadaian,” tukasnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso










