Biar Tak Cuma “Numpang Lewat”, Ini 5 Strategi Bijak Kelola THR

Biar Tak Cuma “Numpang Lewat”, Ini 5 Strategi Bijak Kelola THR

Poin Penting

  • Rencanakan THR sejak awal. Alokasikan dana untuk kewajiban (zakat, sedekah), utang/cicilan, kebutuhan Lebaran, dana darurat, dan perlindungan finansial
  • Prioritas pengeluaran 10–15 persen untuk berbagi, 10–20 persen lunasi utang, 40–50 persen kebutuhan Lebaran, 10–20 persen tabungan/dana darurat, dan perlindungan risiko.
  • Sun Life Syariah menawarkan skema tolong-menolong (tabarru’) untuk menghadapi risiko hidup secara amanah dan menjaga THR tidak cepat habis.

Jakarta – Chief Client and Marketing Officer Sun Life Indonesia, Maika Randini, memberikan lima strategi untuk mengelola Tunjangan Hari Raya (THR) secara optimal menjelang Lebaran Idulfitri 2026.

Ia menyebut, bagi mayoritas orang, momen Lebaran memberikan kebahagiaan karena bertambahnya nominal uang dalam rekening dan langsung merencanakan kebutuhan lebaran, seperti baju baru, mengirim hampers, mudik, hingga mentraktir keluarga.

“Namun kebahagiaan itu sering tidak berlangsung lama. Setelah Lebaran, banyak yang menyadari uangnya habis tanpa terasa, seolah hanya ‘numpang lewat’. Masalahnya biasanya bukan jumlah THR yang kurang, melainkan tidak adanya rencana,” ucap Maika dalam keterangannya di Jakarta, 3 Maret 2026.

Padahal THR merupakan kesempatan langka, karena pemasukan tambahan di luar gaji rutin yang bisa memperbaiki kondisi keuangan bila dikelola dengan tepat. 

“Karena itu, penting mengalokasikannya sejak awal agar kondisi finansial tetap sehat setelah Idulfitri,” imbuhnya.

Oleh karena itu, agar keuangan tetap stabil setelah hari raya, masyarakat dapat menerapkan pembagian atau porsi penggunaan THR sebagai berikut:

  1. Prioritaskan kewajiban dan berbagi 10–15 persen, sisihkan terlebih dahulu untuk zakat fitrah (setara Rp50.000 per jiwa), sedekah, atau membantu keluarga. Selain menjalankan kewajiban, langkah ini membantu kita lebih bijak mengontrol pengeluaran
  2. Lunasi utang dan cicilan 10–20 persen, paylater atau kartu kredit sering terasa ringan setiap bulan, tetapi bisa menumpuk diam-diam. Menguranginya dengan THR akan membuat kondisi finansial jauh lebih lega setelah Lebaran
  3. Alokasikan kebutuhan Lebaran 40–50 persen untuk mudik, makanan khas, angpao, dan pakaian baru. Namun tetap harus membuat batas anggaran untuk mencegah pengeluaran yang meluas
  4. Amankan dana darurat dan tabungan 10–20 persen, sisihkan sebagian untuk dana darurat atau instrumen likuid seperti emas, tabungan syariah atau Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) syariah. Dana ini sangat membantu jika ada kebutuhan mendadak setelah lebaran
  5. Lengkapi dengan perlindungan keuangan yang amanah, tabungan melindungi rencana pengeluaran, tetapi risiko besar seperti sakit atau kecelakaan dapat menghabiskan tabungan dengan cepat. Di sinilah perlindungan menjadi bagian dari perencanaan.

Oleh karena itu, perlindungan finansial menjadi bagian penting dari perencanaan keuangan keluarga. Sebagai salah satu solusi perlindungan berbasis syariah, Sun Life Syariah bisa hadir dengan prinsip tolong-menolong (tabarru’).

Melalui skema tersebut, peserta saling membantu menghadapi risiko kehidupan secara transparan dan sesuai prinsip syariah.

Dengan perlindungan yang tepat, THR tidak hanya membuat Lebaran terasa meriah, bukan sekadar “numpang lewat”.

Editor: Galih Pratama

Related Posts

News Update

Netizen +62