Poin Penting
- CGS memproyeksikan IHSG bergerak variatif cenderung melemah dengan support 7.830–7.925 dan resistance 8.105–8.200.
- Kenaikan indeks Wall Street dan harga komoditas jadi sentimen positif, namun inflasi yang meningkat dan kekhawatiran defisit fiskal menekan pasar.
- Net foreign sell mencapai Rp490,53 miliar. CGS merekomendasikan PSAB, BRMS, EMAS, ANTM, RAJA, dan RATU.
Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal, Selasa (3/3), diprediksi akan bergerak variatif cenderung melemah.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.830-7.925 dan resistance 8.105-8.200,” tulis manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.
Pada perdagangan Senin (2/3), IHSG ditutup melanjutkan pelemahan ke level 8.016,83 atau turun 2,65 persen dari posisi 8.235,48.
Baca juga: IHSG Ditutup Ambles 2 Persen Lebih ke Level 8.016
Manajemen CGS menjelaskan, penguatan mayoritas indeks di bursa Wall Street dan kenaikan harga sejumlah komoditas seperti minyak mentah, batu bara, CPO, emas, dan gas berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar.
Namun, sentimen negatif muncul dari kekhawatiran investor terhadap potensi kenaikan inflasi dan pelebaran defisit fiskal. Inflasi Februari 2026 tercatat 0,68 persen secara bulanan, berbalik dari deflasi 0,15 persen pada Januari 2026.
Secara tahunan, inflasi juga meningkat menjadi 4,76 persen pada Februari 2026 dari 3,55 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Konflik Iran-AS Picu Capital Outflow, IHSG dan Rupiah Terancam Tertekan
Selain itu, aksi jual investor asing berpotensi menekan IHSG. Pada perdagangan kemarin, arus keluar asing (net foreign sell) mencapai Rp490,53 miliar.
Rekomendasi Saham
Adapun CGS International Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, di antaranya adalah PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).
Kemudian tiga saham lain yang direkomendasikan, yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU). (*)
Editor: Yulian Saputra










