DPK BTN Pontianak Tumbuh 11,8 Persen di 2025, FUM Naik 18 Persen YoY

DPK BTN Pontianak Tumbuh 11,8 Persen di 2025, FUM Naik 18 Persen YoY

Poin Penting

  • DPK BTN Pontianak tumbuh 11,8% menjadi Rp444 miliar pada 2025, didorong peningkatan dana murah (CASA) dari Rp103 miliar menjadi Rp132 miliar.
  • Fund Under Management (FUM) naik 18% YoY dari Rp587 miliar menjadi Rp693 miliar, mencerminkan meningkatnya kepercayaan nasabah pada layanan wealth management BTN.
  • Kinerja BTN secara nasional juga menguat, dengan laba bersih Rp3,5 triliun (naik 16,4% YoY) dan total aset mencapai Rp527,8 triliun (naik 12,4% YoY).

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat strategi penghimpunan dana dan pengembangan investasi nasabah di daerah, termasuk Pontianak yang mencatatkan pertumbuhan solid sepanjang 2025.

Direktur Network & Retail Funding PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Rully Setiawan mengungkapkan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BTN di Pontianak mencapai Rp 444 miliar pada akhir 2025, naik dari Rp 397 miliar pada akhir 2024.

“Kinerja bisnis BTN di Pontianak menunjukkan pertumbuhan yang konsisten,” ujar Rully dalam keterangannya, Sabtu, 28 Februari 2026.

Baca juga: BTN Bidik Bisnis Wealth Management Tumbuh 15 Persen di 2026, Begini Strateginya

Dari sisi struktur pendanaan, komposisi dana murah (CASA) juga menguat dari Rp 103 miliar pada 2024 menjadi Rp132 miliar pada 2025. Kenaikan ini mencerminkan perbaikan struktur likuiditas yang dinilai semakin sehat dan efisien.

FUM Tumbuh Dua Digit

Sementara itu, Fund Under Management (FUM) BTN di Pontianak tumbuh 18 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), dari Rp 587 miliar pada akhir 2024 menjadi Rp693 miliar pada akhir 2025.

Baca juga: Super! Laba Bersih BTN Meroket di Atas 500 Persen pada Januari 2026

Menurut Rully, peningkatan tersebut mencerminkan kepercayaan nasabah terhadap layanan wealth management BTN sekaligus menunjukkan strategi consumer banking yang lebih seimbang antara pembiayaan dan pendanaan mulai membuahkan hasil.

“Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan nasabah terhadap layanan wealth management BTN,” jelasnya.

Fundamental Kuat

Secara nasional, kinerja BTN sepanjang 2025 juga menunjukkan penguatan fundamental. Perseroan membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,5 triliun atau tumbuh 16,4 persen YoY. Total aset BTN mencapai Rp 527,8 triliun, naik 12,4 persen YoY.

Baca juga: Bidik Laba Rp4 Triliun di 2026, BTN Perkuat Layanan Wealth Management

Rully optimistis prospek ekonomi nasional pada 2026 akan lebih baik, terutama pada semester II. Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,5 persen dengan inflasi yang tetap terjaga.

Ia menambahkan, transformasi BTN saat ini difokuskan pada penguatan fundamental bisnis, termasuk menjaga likuiditas dan struktur pendanaan yang solid sebagai fondasi ekspansi consumer banking dan pengembangan wealth management di berbagai daerah. (*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62