Poin Penting
- Selama 17 tahun berdiri, total pembiayaan PT SMI mencapai Rp274,96 triliun dan membuka lapangan kerja bagi 10,9 juta orang.
- PT SMI bertransformasi dari SMV menjadi institusi pembiayaan pembangunan inklusif dan berkelanjutan.
- Portofolio pembiayaan hijau mencapai Rp36,5 triliun; mendorong proyek sosial dan infrastruktur berkelanjutan.
Jakarta – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menandai 17 tahun kiprahnya sebagai institusi pembiayaan pembangunan dengan total penyaluran pembiayaan mencapai Rp274,96 triliun sejak berdiri pada 26 Februari 2009.
Angka tersebut menegaskan peran strategis PT SMI sebagai motor penggerak pembiayaan infrastruktur dan pembangunan nasional.
Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan, selama hampir dua dekade, perseroan terus memperkuat perannya sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan sekaligus bertransformasi menjadi Development Finance Institution (DFI) yang fokus pada pembiayaan pembangunan berkelanjutan.
“Selama 17 tahun perjalanannya, PT SMI telah berperan sebagai katalis pembangunan, mitra strategis pemerintah daerah, serta penggerak ekosistem pembiayaan pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Reynaldi dalam keterangan resmi dikutip 27 Februari 2026.
Baca juga: Kantongi Restu OJK, Askolani Resmi Duduki Kursi Komisaris PT SMI
Secara kumulatif, pembiayaan sebesar Rp274,96 triliun tersebut telah mendukung proyek dengan total nilai mencapai Rp1.183 triliun. Pembiayaan ini mencerminkan peran signifikan PT SMI dalam mempercepat pembangunan berbagai sektor strategis yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Dari sisi dampak ekonomi, pembiayaan yang disalurkan PT SMI diperkirakan berkontribusi sebesar Rp1.160 triliun terhadap perekonomian nasional.
Selain itu, pembiayaan tersebut turut menciptakan efek berganda yang besar, termasuk membuka lapangan kerja bagi sekitar 10,9 juta orang di berbagai sektor, mulai dari tahap konstruksi hingga operasional proyek.
Seiring dengan meningkatnya fokus pada pembangunan berkelanjutan, PT SMI juga memperkuat portofolio pembiayaan hijau.
Hingga akhir 2025, pembiayaan hijau yang disalurkan telah mencapai Rp36,5 triliun, mencerminkan komitmen Perseroan dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Baca juga: Bank Mega dan PT SMI Kucurkan Kredit Rp2,1 Triliun ke INKA
Sementara, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan, ke depan PT SMI perlu memastikan setiap pembiayaan tidak hanya tersalurkan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia juga mendorong optimalisasi blended finance untuk memperluas pendanaan proyek berkelanjutan dan sosial.
Memasuki usia ke-17, PT SMI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai institusi pembiayaan pembangunan nasional yang resilien dan berdampak. (*)










