Poin Penting
- E-retribusi resmi diterapkan di Terminal dan area manuver Gilimanuk dengan dukungan perangkat CSR dari Bank BPD Bali.
- Sistem non-tunai (e-money dan QRIS) ditujukan untuk meningkatkan transparansi, akurasi penerimaan, dan menekan kebocoran PAD.
- Implementasi ditargetkan optimal sebelum Ramadan 2026 guna mengantisipasi lonjakan kendaraan jelang Idul Fitri dan Nyepi.
Jakarta – Penerapan sistem e-retribusi resmi dimulai di area manuver dan Terminal Gilimanuk. Sistem pembayaran non-tunai ini berjalan berkat dukungan penuh Bank BPD Bali yang menyediakan perangkat elektronik melalui program CSR untuk penguatan layanan tol gate retribusi parkir.
Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna mengatakan, digitalisasi retribusi membawa manfaat besar dalam ketepatan dan transparansi pendataan transaksi. Sistem elektronik dinilai mampu meningkatkan akurasi penerimaan dan kualitas layanan di lapangan.
Menurutnya, pada tahap evaluasi awal, petugas masih menyesuaikan ketinggian dispenser dan penyediaan struk pembayaran. Sosialisasi juga terus digencarkan karena sebagian pengendara masih belum terbiasa menggunakan e-money.
“Untuk memudahkan warga yang belum memiliki kartu, petugas menyiapkan opsi QRIS serta bantuan transaksi tunai di lokasi,” ujarnya, dikutip laman BPD Bali, Rabu, 25 Februari 2026.
Baca juga: Bank BPD Bali Sudah Setor Dividen Rp826 Miliar ke Pemda
Gilimanuk merupakan salah satu titik mobilitas tertinggi menuju Jembrana sehingga digitalisasi dinilai krusial. Penggunaan e-money dan QRIS diharapkan mampu menekan potensi kebocoran retribusi sekaligus membuat proses layanan di kawasan Gilimanuk lebih efisien.
Menjelang arus mudik Idulfitri dan Hari Raya Nyepi, sistem baru ini ditargetkan berfungsi optimal sebelum Ramadan 2026 guna mengantisipasi lonjakan kendaraan.
Secara teknis, infrastruktur bangunan gate disiapkan Pemerintah Daerah, sedangkan pemeliharaan alat dan sistem akan diserahkan kepada Pemda satu tahun setelah implementasi.
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, tarif retribusi parkir ditetapkan sebesar Rp2.000 untuk sepeda motor, Rp3.000 untuk kendaraan roda empat, dan Rp4.000 untuk kendaraan di atas roda empat.
Komitmen Penguatan PAD dan Digitalisasi Daerah
Direktur Teknologi Informasi (TI) Bank BPD Bali, Ida Bagus Gede Setia Yasa, menegaskan komitmen Bank BPD Bali unruk memperkuat ekosistem digitalisasi penerimaan daerah.
“Kami ingin mendukung penuh upaya elektronifikasi di Jembrana, termasuk di kawasan Pelabuhan Gilimanuk yang mobilitasnya sangat tinggi. CSR perangkat tol gate ini kami berikan agar sistem retribusi lebih aman, akurat, dan tercatat otomatis,” ujarnya.
Baca juga: Bank BPD Bali Targetkan Kredit Program Pemerintah Rp2,05 Triliun pada 2026
Ia menambahkan sistem digital ini diharapkan mampu meningkatkan potensi PAD melalui pencatatan real-time dan meminimalkan risiko kebocoran.
“Dengan sistem yang lebih tertata, transaksi bisa dipantau langsung. Ini membantu pemerintah daerah dalam merapikan penerimaan dan memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat Jembrana,” tambahnya.
Kolaborasi antara Pemkab Jembrana dan Bank BPD Bali menjadi langkah konkret dalam mempercepat transformasi digital layanan publik serta memperkuat sistem retribusi yang modern, efektif, dan transparan. (*)
Editor: Yulian Saputra










