Poin Penting
- Program MBG telah menyerap Rp36,6 triliun hingga 21 Februari 2026, setara 10,9% dari alokasi APBN Rp335 triliun.
- Penerima manfaat mencapai 60,24 juta orang melalui 23.678 dapur umum (SPPG) di seluruh Indonesia.
- MBG mendorong lonjakan belanja barang, dengan realisasi Januari 2026 mencapai Rp19,5 triliun, melonjak tajam dibanding Januari 2025.
Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menggelontorkan anggaran belanja Badan Gizi Nasional (BGN) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp36,6 triliun hingga 21 Februari 2026.
Angka tersebut setara 10,9 persen dari total alokasi APBN 2026 sebesar Rp335 triliun untuk program tersebut.
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan, jumlah penerima manfaat program MBG kini mencapai 60,24 juta orang melalui 23.678 dapur umum atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
“Kalau kita lihat di akhir 2025 itu 53,8 juta penerima, saat ini sudah 60,24 juta penerima,” kata Suahasil dalam APBN KiTa, dikutip, Selasa, 24 Februari 2026.
Baca juga: Prabowo Klaim Jumlah Penerima MBG Setara dengan Penduduk Afrika Selatan
Suahasil menjelaskan, program MBG menyasar anak sekolah dan ibu hamil di seluruh provinsi. Di Sumatra, penerima mencapai 12,3 juta orang, sedangkan di Sulawesi sebanyak 4,4 juta orang.
Secara keseluruhan, realisasi belanja pemerintah pusat hingga Januari 2026 mencapai Rp131,9 triliun atau 4,2 persen dari pagu APBN 2026 sebesar Rp3.149,7 triliun.
Dongkrak Belanja Barang Januari 2026
Suahasil menyatakan program MBG turut mendorong lonjakan realisasi belanja barang pada Januari 2026 menjadi Rp25,9 triliun atau naik 702,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Utamanya belanja barang yang meningkat ini adalah karena pada Januari 2026 MBG terus berlangsung. Kalau di Januari 2025 realisasi MBG nya hanya sekitar Rp45 miliar, tapi di Januari 2026 realisasi MBG nya Rp19,5 triliun,” ungkapnya. (*)
Editor: Yulian Saputra










