ShopeePay Unggul di Peta Persaingan Dompet Digital 2026 Versi Ipsos

ShopeePay Unggul di Peta Persaingan Dompet Digital 2026 Versi Ipsos

Poin Penting

  • ShopeePay menjadi Top of Mind 41 persen versi Ipsos, paling banyak digunakan (91 persen) dengan frekuensi transaksi rata-rata 23 kali/bulan
  • Gratis biaya admin, cashback, diskon, serta integrasi dengan e-commerce dan merchant favorit mendorong pilihan pengguna ShopeePay
  • Sebanyak 88 persen Gen Z memilih ShopeePay, melihat e-wallet sebagai bagian dari gaya hidup, bukan sekadar alat bayar.

Jakarta – Persaingan dompet digital di Indonesia makin panas. Riset terbaru Ipsos Indonesia bertajuk Digital Wallet Research 2026: User Behavior & Competitive Landscape menunjukkan dompet digital kini sudah jadi bagian dari gaya hidup finansial masyarakat, bukan sekadar alat bayar alternatif.

Riset ini mendapati mayoritas responden menggunakan e-wallet untuk belanja online, beli makanan dan minuman, bayar tagihan rutin, hingga transfer ke rekening bank.

Di tengah persaingan pemain besar seperti ShopeePay, GoPay, DANA, dan OVO, ShopeePay tampil paling unggul di sejumlah indikator utama. Dalam survei ini, ShopeePay menempati posisi pertama sebagai Top of Mind dengan 41 persen, sekaligus menjadi dompet digital yang paling banyak digunakan dalam tiga bulan terakhir dengan tingkat penggunaan mencapai 91 persen. Frekuensi transaksinya juga paling tinggi, rata-rata 23 kali per bulan.

Baca juga: Perluas Akses Digital UMKM, Ini yang Dilakukan Jalin Bersama ShopeePay

Executive Director Ipsos Indonesia, Andi Sukma, mengatakan peta persaingan dompet digital telah bergeser.

“Peta persaingan dompet digital telah berevolusi dari sekadar meningkatkan awareness menjadi perlombaan pengembangan ekosistem digital dalam satu aplikasi. Preferensi pengguna kini berakar pada keamanan sistem dan kedalaman integrasi layanan,” ujarnya, Senin (23/2).

Soal alasan memilih dompet digital, promosi masih jadi pintu masuk utama. Riset Ipsos mencatat gratis biaya admin, cashback, dan diskon sebagai tiga promo paling diburu pengguna. Dalam ketiga aspek ini, ShopeePay kembali unggul karena dinilai paling sering memberikan gratis biaya admin, cashback, serta potongan harga dibanding pesaingnya.

Namun, Ipsos menegaskan persaingan tak berhenti di promo. Integrasi dengan aplikasi lain, terutama e-commerce, serta kemudahan digunakan di merchant favorit ikut menentukan pilihan pengguna.

ShopeePay tercatat paling sering dipakai untuk transaksi online, QRIS, pembelian paket data, hingga pembayaran tagihan, didorong jaringan merchant yang dinilai paling luas.

Baca juga: Ipsos Ungkap Strategi E-Wallet agar Bisa Bersinar Tanpa Super App

Aspek kemudahan penggunaan dan keamanan juga menjadi faktor penting. Antarmuka yang simpel, transaksi cepat, dan sistem yang aman membuat pengguna merasa nyaman. Dalam survei, ShopeePay memimpin pada indikator kemudahan top-up dan keamanan akun, mengungguli GoPay, DANA, dan OVO.

Riset ini juga menyoroti peran Generasi Z sebagai motor adopsi dompet digital. Sebanyak 88 persen Gen Z mengaku paling sering menggunakan ShopeePay dalam tiga bulan terakhir.

“Gen Z tidak lagi melihat dompet digital sebagai alat bayar alternatif, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup mereka,” kata Andi, seraya menegaskan bahwa relevansi dengan kebutuhan harian dan gaya hidup akan menjadi kunci kemenangan di industri pembayaran digital ke depan. (*) Ari Nugroho

Related Posts

News Update

Netizen +62