Poin Penting
- IHSG sesi I (23/2) ditutup menguat 1,36% ke level 8.384,04 dengan nilai transaksi Rp13,05 triliun.
- Sebanyak 464 saham naik, 206 saham turun, dan 144 saham stagnan; seluruh sektor berada di zona hijau, dipimpin bahan baku (+3,66%).
- Penguatan IHSG terjadi di tengah mayoritas bursa Asia melemah, seperti Nikkei 225 dan Shanghai Composite, sementara Hang Seng menguat
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I, Senin (23/2), ditutup lanjut menguat 1,36 persen ke level 8.384,04 dari posisi pembukaan di 8.271,76.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 30,48 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,89 juta kali. Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp13,05 triliun.
Kemudian, sebanyak 464 saham menguat, 206 saham terkoreksi, dan 144 saham stagnan.
Baca juga: IHSG Awal Pekan Menguat 0,77 Persen ke 8.335, Saham Naik Dominan
Lalu, semua sektor mencatatkan penguatan. Sektor bahan baku memimpin kenaikan sebesar 3,66 persen, diikuti sektor transportasi 2,16 persen dan energi 1,66 persen.
Sektor siklikal naik 1,53 persen, keuangan 1,38 persen, dan teknologi 1,09 persen. Selain itu, sektor infrastruktur menguat 1,06 persen, industrial 0,99 persen, non-siklikal 0,88 persen, kesehatan 0,70 persen, serta properti 0,66 persen.
Baca juga: 5 Saham Top Leaders Penggerak IHSG Pekan Ini, Siapa Paling Moncer?
Meski demikian, indeks-indeks bursa Asia mayoritas melemah, dengan Nikkei 225 Index Tokyo turun 1,12 persen dan Shanghai Composite Index Shanghai merosot 1,26 persen. Sedangkan, Hang Seng Index menguat 2,04 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra










