Poin Penting
- Rupiah dibuka menguat 0,12% ke level Rp16.868 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.888.
- Pelemahan dolar AS dipicu data ekonomi AS yang di bawah ekspektasi serta putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan kebijakan tarif Presiden Donald Trump.
- Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.800–Rp16.950 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Senin (23/2/2026). Rupiah dibuka di level Rp16.868 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,12 persen dibandingkan penutupan Jumat pekan lalu di Rp16.888 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah berpotensi melanjutkan penguatan seiring dolar AS yang melemah tajam. Pelemahan tersebut dipicu rilis data pertumbuhan ekonomi AS yang jauh di bawah ekspektasi pasar.
Baca juga: Rupiah Masih Undervalued, Bos BI Beberkan Penyebabnya
Selain itu, keputusan Mahkamah Agung AS yang menganulir kebijakan tarif Presiden Donald Trump turut menambah faktor pelemahan dolar AS di pasar global.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah tajam setelah data pertumbuhan ekonomi yang jauh di bawah ekspektasi dan keputusan MA yang menganulir tarif Trump,” kata Lukman, Senin, 23 Februari 2026.
Baca juga: Alasan Mahkamah Agung AS “Jegal” Kebijakan Tarif Trump
Di tengah sentimen tersebut, Lukman memperkirakan rupiah bergerak pada kisaran Rp16.800 hingga Rp16.950 per dolar AS hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp16.800 hingga Rp16.950 per dolar AS hari ini,” pungkas Lukman. (*)
Editor: Yulian Saputra










