Poin Penting
- Ketua Umum Kadin memuji langkah Prabowo Subianto dalam mendorong kerja sama dagang RI-AS untuk menyeimbangkan dan meningkatkan perdagangan
- Kerja sama dinilai membuka peluang peningkatan volume dagang dan investasi dua arah, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negara stabil dan inklusif
- Di forum U.S. Chamber of Commerce, Prabowo menegaskan Indonesia tak pernah gagal bayar utang dan berkomitmen menyelesaikan persoalan kemiskinan serta gizi.
Jakarta – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengapresiasi upaya Presiden Prabowo Subianto dalam mempromosikan kerja sama ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat (AS).
Pernyataan tersebut disampaikan Anindya usai menghadiri acara Gala Iftar Dinner in Honor of H.E. Prabowo Subianto, President of the Republic of Indonesia, di Washington DC, Rabu (18/2), waktu setempat.
“Tadi kita lihat Pak Presiden Prabowo benar-benar ada di depan untuk melakukan kampanye ekonomi kepada Amerika. Kita ketahui bahwa rencananya dalam waktu dekat akan ada tanda tangan suatu kerja sama perdagangan yang satu sisi ingin menyeimbangkan perdagangan sekaligus meningkatkan perdagangan. Ini sangat besar,” ujar Anindya, dalam keterangannya, Jumat, 20 Februari 2026.
Menurut Anin, sapaan akrabnya, inisiatif kerja sama perdagangan tersebut bukan hanya bertujuan memperbaiki keseimbangan neraca dagang, tetapi juga membuka peluang peningkatan volume perdagangan kedua negara.
Baca juga: Kadin Minta Pelaku Usaha Cermati Teknis Kesepakatan Tarif Resiprokal 19 Persen
Selain aspek perdagangan, Anin menilai Presiden Prabowo juga memberi perhatian pada penguatan investasi dua arah antara Indonesia dan Amerika Serikat.
“Tapi yang paling penting ialah Indonesia diakui sebagai negara yang stabil, negara yang aman, negara yang berkembang. Bukan hanya berkembang, tetapi berkembang secara inklusif, mengangkat kesejahteraan masyarakat secara umum,” jelasnya.
Ia berpandangan, langkah strategis tersebut dapat menjadi terobosan dalam memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi global.
Sebab, hubungan yang erat dengan Amerika Serikat sebagai salah satu mitra dagang utama tetap perlu dijaga, tanpa mengesampingkan kemitraan dengan negara lain.
“Saya melihat ini bisa memberikan suatu gebrakan besar, di mana Indonesia tetap kuat berhubungan baik dengan Amerika yang merupakan trading partner kedua terbesar, tapi juga tetap kuat dengan negara-negara lain,” ujarnya.
Baca juga: Prabowo-Trump Teken Perjanjian Dagang, 1.819 Produk RI Bebas Bea Masuk ke AS
Kadin, lanjut Anin, siap mendukung upaya diplomasi ekonomi pemerintah agar dunia usaha nasional dapat memanfaatkan peluang kerja sama secara optimal.
Tegaskan Fondasi Ekonomi Kuat
Di tempat yang sama, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat, rekam jejak fiskal yang kredibel, serta Indonesia tidak pernah gagal bayar utang sepanjang sejarahnya.
“Kami telah mengelola perekonomian kami dengan bijaksana selama bertahun-tahun. Kami tidak pernah gagal bayar, sekali pun dalam sejarah kami. Kami tidak pernah gagal membayar utang kami. Bahkan pemerintahan berikutnya, pemerintah-pemerintah berikutnya akan selalu menghormati utang-utang pemerintah sebelumnya, meskipun mungkin mereka adalah lawan yang sangat kuat satu sama lain,” ujar Prabowo dalam sambutannya pada acara Gala Iftar Dinner Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, pada Rabu, 18 Februari 2026.
Prabowo juga mengakui bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar, termasuk kemiskinan, kelaparan, dan persoalan gizi anak.
Namun, Prabowo menegaskan pendekatannya adalah menghadapi persoalan secara langsung dan mencari solusi terbaik.
“Saya berpendapat bahwa masalah harus diselesaikan secara langsung. Kita harus memiliki keberanian untuk mengakui kelemahan kita dan melakukan yang terbaik untuk mencari solusi terbaik,” tandasnya. (*)
Editor: Galih Pratama










