Poin Penting
- Bank Danamon mencatat total kredit dan trade finance Rp212,7 triliun pada 2025, tumbuh 9% yoy, dengan DPK naik 16% menjadi Rp176,9 triliun.
- Laba bersih konsolidasian mencapai Rp4 triliun, tumbuh 14% yoy, didorong peningkatan pendapatan dan perbaikan biaya kredit.
- Kualitas aset, likuiditas, dan permodalan tetap kuat, tercermin dari NPL 1,7%, LCR 158,9%, dan KPMM 25,4%.
Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan total kredit dan trade finance secara konsolidasian yang tumbuh 9 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp212,7 triliun per 31 Desember 2025.
Chief Financial Officer (CFO) Bank Danamon, Theresia Adriana Widjaja, mengatakan bahwa angka tersebut telah memperhitungkan dampak dari penggabungan usaha antara Adira Finance dan Mandala Finance.
Oleh karena itu, ia menjelaskan, pertumbuhan kredit Bank Danamon ditopang dari seluruh lini bisnis, seperti Enterprise Banking dan Financial Institution, SME Banking, Consumer Banking, dan Adira Finance.
“Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun konsolidasian tumbuh 16 persen mencapai Rp176,9 triliun. Dari jumlah tersebut, simpanan pada giro dan tabungan atau current account dan saving account (CASA) tumbuh 18 persen year-on-year, mencapai Rp75,2 triliun,” kata Theresia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis 19 Februari 2026.
Kemudian pada aspek profitabilitas, ia menyebutkan bahwa Perseroan berhasil mencatatkan laba bersih tahun berjalan konsolidasian setelah pajak dan kepentingan minoritas sebesar Rp4 triliun atau tumbuh 14 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Baca juga: Bank Danamon dan Adira Finance Perpanjang Bunga Spesial KPM Prima
Lalu, untuk laba operasional sebelum pencadangan atau PPOP konsolidasian tercatat sebesar Rp9,6 triliun naik 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencerminkan pertumbuhan pendapatan operasional yang solid.
“Pertumbuhan laba bersih Danamon didorong oleh peningkatan pendapatan, pengelolaan biaya yang baik, serta didukung perbaikan pada biaya kredit atau cost of credit sebesar 10 persen year-on-year,” imbuhnya.
Likuiditas dan Permodalan Tetap Kuat
Adapun, terkait rentabilitas, Perseroan membukukkan margin bunga bersih atau NIM konsolidasian sebesar 7,7 persen, dengan kualitas aset Bank Danamon yang tetap terjaga dengan baik pada semester II 2025.
Untuk rasio loan at risk atau LAR juga telah memperhitungkan penundaan pembayaran sebagai akibat dari pandemi Covid-19 dan tercatat lebih baik 230 basis poin (bps) dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 8,3 persen.
Baca juga: Danamon Bidik Kredit Konsumer Tumbuh Double Digit pada 2026
Lebih lanjut, rasio NPL bruto pada waktu yang sama tercatat 1,7 persen atau 20 bps lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, rasio cakupan NPL atau NPL coverage ratio adalah 280,7 perden dan rasio cakupan LAR meningkat 560 bps yoy mencapai 54,9 persen.
Kualitas aset tersebut juga terjaga bersama dengan likuiditas dan permodalan yang tetap kuat, dengan rasio cakupan likuiditas (LCR) Bank Danamon sebesar 158,9 persen.
Rasio pendanaan stabil bersih atau NSFR sebesar 117,9 persen dan rasio kewajiban pemenuhan modal minimum KPMM konsolidasian sebesar 25,4 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra










