IHSG Masih Mampu Ditutup Menguat 1 Persen Lebih ke Level 8.310

IHSG Masih Mampu Ditutup Menguat 1 Persen Lebih ke Level 8.310

Poin Penting

  • IHSG ditutup naik 1,19% ke level 8.310,22 pada perdagangan 18 Februari 2026, dengan nilai transaksi Rp25,32 triliun.
  • Sebanyak 454 saham menguat dan 216 terkoreksi, sektor transportasi dan energi memimpin kenaikan.
  • RMKE, GTSI, dan MORA jadi top gainers, sementara BUMI, KPIG, dan DEWA tercatat sebagai saham teraktif.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 18 Februari 2026, ditutup meningkat ke posisi 8.310,22 atau menguat 1,19 persen dari level 8.212,27.

Berdasarkan statistik RTI Business, sebanyak 216 saham terkoreksi, 454 saham menguat, dan 145 saham tetap stagnan.

Sebanyak 52,73 miliar saham diperdagangkan dengan 3,20 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp25,32 triliun.

Baca juga: IHSG Sesi I 18 Februari 2026 Ditutup Lanjut Menguat 0,89 Persen ke Level 8.285

Kemudian, mayoritas indeks dalam negeri juga ditutup naik dengan IDX30 menguat 1,42 persen menjadi 438,03, LQ45 meningkat 1,07 persen ke 838,53, dan Sri-Kehati naik 1,30 persen menjadi 384,94. Sedangkan, JII melemah 0,06 persen menjadi 563,96.

Seluruh sektor turut mencatat penguatan. Sektor transportasi memimpin dengan kenaikan 3,25 persen, diikuti energi 2,45 persen, siklikal 2,00 persen, infrastruktur 1,94 persen, industrial 1,91 persen, dan non-siklikal 1,71 persen.

Selain itu, sektor teknologi naik 1,35 persen, keuangan 0,89 persen, properti 0,67 persen, bahan baku 0,58 persen, dan kesehatan 0,12 persen.

Top Gainers dan Saham Teraktif

Saham yang masuk jajaran top gainers antara lain PT RMK Energy Tbk (RMKE), PT GTS Internasional Tbk (GTSI), dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA).

Adapun saham top losers yakni PT Hillcon Tbk (HILL), PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), dan PT Prime Agri Resources (SGRO).

Baca juga: IHSG Dibuka Menguat 0,35 Persen ke Level 8.241

Sementara tiga saham teraktif yang paling sering diperdagangkan adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). (*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62