Poin Penting
- Dirut BRI Hery Gunardi menegaskan belum ada pembicaraan terkait rencana pengambilalihan PNM oleh Kementerian Keuangan.
- Sebagai pemegang saham pengendali PNM, keputusan aksi korporasi berada di tangan Danantara, bukan BRI.
- Menkeu Purbaya mempertimbangkan penyaluran KUR pemerintah melalui PNM untuk efisiensi subsidi bunga, namun masih menunggu persetujuan dan pembahasan teknis.
Jakarta – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Hery Gunardi merespons rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang ingin mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk mengoptimalkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Hery menegaskan, hingga saat ini belum ada pembahasan terkait rencana pengambilalihan PNM dari BRI ke Kementerian Keuangan.
“Belum ada. Belum ada (omongan),” ujar Hery saat ditemui di Wisma Danantara, dikutip, Senin, 16 Februari 2026.
Baca juga: Maksimalkan KUR, Purbaya Berencana Ambil Alih PNM dari Danantara
Ia menjelaskan, pemegang saham pengendali PNM adalah Danantara. Karena itu, jika terdapat kebijakan atau aksi korporasi terkait PNM, keputusan berada di tangan pemilik.
“Bukan, kan itu PNM kan BRI juga kan pemegang sahamnya Danantara. Jadi kalau misalnya ada kebijakan ataupun sifatnya corporate action itu tanyanya bukan ke saya tanya ke pemilik ya (Danantara),” ungkapnya.
Purbaya Pertimbangkan Skema PSO Lewat PNM
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, PNM sebagai anak usaha BRI merupakan entitas bisnis publik. Jika dipaksa menjalankan program Public Service Obligations (PSO) alias kewajiban pelayanan umum pemerintah, hal itu dinilai dapat mengganggu valuasi BRI.
Jadi saya pikir kalu untuk unit yang menjalankan PSO kebanyakan dipakai pemerintah saja, saya sedang bicara dengan Pak Rosan (CEO Danantara) bisa apa nggak? Kalau dia gak ngasih ya udah,” ujar Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara.
Baca juga: Prabowo Targetkan RoA Danantara 7 Persen, Begini Respons Bos Himbara
Ia menambahkan, perbankan tetap diperbolehkan menyalurkan KUR seperti biasa. Namun, untuk KUR program pemerintah, rencananya akan disalurkan melalui PNM.
“Kira-kira begitu (skemanya), Anda hitung sekarang, saya (bayar) subsidi bunga (KUR) berapa? Rp40 triliun hilang, kalau saya salurkan ke PNM asal gak hilang, bunga rendah kan masih ada uangnya. Setiap tahun saya inject segitu kan besar lama-lama,” ungkapnya.
Meski demikian, rencana tersebut belum mendapat persetujuan dari Danantara dan masih dalam pembahasan teknis.
“Sedang saya pikirkan, masih belum dapat persetujuan, jadi saya ke level teknis dulu,” tambahnya. (*)
Editor: Yulian Saputra










